Pilkada 2020

Untuk Pilkada 2020, KPU tengah Mempertimbangkan Penggunaan Rekapitulasi Elektronik

Saat ini, KPU tengah mempertimbangan untuk menerapkan rekapitulasi secara elektronik di Pilkada 2020.

Untuk Pilkada 2020, KPU tengah Mempertimbangkan Penggunaan Rekapitulasi Elektronik
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi. Petugas melakukan penghitungan suara (rekapitulasi) Pilkada DKI Jakarta putaran kedua tingkat kecamatan di Kantor Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (21/4/2017). Proses rekapitulasi di Kecamatan Setiabudi ini meliputi delapan kelurahan, dan ditargetkan rampung pada Rabu (26/4/2017). 

Gelar Pilkada 2020, KPU Kukar Usulkan Anggaran Rp 70 Miliar

Soroti Soal Demokrasi dan Kecurangan di Sidang MK, Rocky Gerung: Bisa Berdampak ke Pilkada 2020

DPT tersebut ditetapkan KPU pada 8 April 2019 dengan jumlah pemilih sebanyak 192.866.254 orang. Data ini nantinya akan disinkronkan dengan Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) yang paling mutakhir.

"Ini jadi basis awal, dia (DPT Pemilu 2019) akan menjadi sumber saja untuk disinkronkan (dengan DP4)," kata Ketua KPU Arief Budiman di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2019).

Peraturan Pilkada 2020 DP4 sendiri disusun oleh Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.

Arief mengatakan, hasil sinkronisasi antara DPT Pemilu 2019 dengan DP4 yang paling mutakhir akan digunakan KPU untuk menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada 2020.

BACA JUGA:

Kejari Balikpapan Siap Bantu dan Dampingi KPU Balikpapan pada Proses Tahapan Pilkada 2020

Krisyanto, Vokalis Band Jamrud Siap Maju jadi Calon Independen di Pilkada 2020

"Jadi disinkronkan dulu. Kan ada orang lahir, ada orang meninggal, nah data terakhir itu akan disinkronkan dengan data pemilih terakhir, baru nanti kita jadikan DPS," ujar Arief.

Halaman
1234
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved