Dalami Indikasi Kerugian Negara Kasus Dugaan Korupsi 4 Fire Jeep BPBD Balikpapan, Polisi Tunggu BPKP

Memang kami sudah diminta klarifikasi Polda tentang empat unit mobil itu. Dan kita juga sudah jelaskan tentang proses pengadaan itu, sesuai prosedur

Dalami Indikasi Kerugian Negara Kasus Dugaan Korupsi 4 Fire Jeep BPBD Balikpapan, Polisi Tunggu BPKP
Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani
Sebanyak 4 unit Fire Jeep parkir rapi di halaman UPT BPBD Balikpapan Selatan. Pengadaan kendaraan operasional tersebut terindikasi mark-up alias dugaan pidana korupsi. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Polda Kaltim masih selidiki kasus dugaan pidana korupsi pengadaan 4 unit Fire Jeep BPBD Balikpapan.

"Koordinasi sama Kabid Humas. Sudah saya sampaikan ke beliau," kata Direktur Kriminal Khusus Polda Kaltim Kombes Pol Budi Suryanto, Jumat (5/7/2019).

Saat dikonfirmasi Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana mengungkapkan selain memanggil beberapa oknum terkait, pihaknya juga menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) soal indikasi kerugian negara yang ditaksir akibat perbuatan pidana tersebut.

"Ya (hasil audit) nanti kalau sudah ada dari penyidik, kami kasih," tutur Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana.

Sementara dari pantauan Tribunkaltim.co di kantor BPBD Balikpapan, halaman UPTD wilayah Selatan, sebanyak 4 unit Fire Jeep berjejer rapi. Sebelumnya kendaraan operasional penanganan kebakaran BPBD Balikpapan tersebut beberapa  yang nangkring di kecamatan.

Sebanyak 4 unit Fire Jeep parkir rapi di halaman UPT BPBD Balikpapan Selatan. Pengadaan kendaraan operasional tersebut terindikasi mark-up alias dugaan pidana korupsi.
Sebanyak 4 unit Fire Jeep parkir rapi di halaman UPT BPBD Balikpapan Selatan. Pengadaan kendaraan operasional tersebut terindikasi mark-up alias dugaan pidana korupsi. (Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani)

Namun, lantaran diduga tersandung kasus dugaan markup pengadaan kendaraan operasional tersebut. Ke-empat Fire Jeep tersebut dikumpulkan di kantor BPBD.

Bahkan dari selentingan kabar yang beredar, penyelidik kepolisian beberapa kali hendak memeriksa kendaraan tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada pergerakan dari aparat penegak hukum.

Pemberitaan sebelumnya, Kepala BPBD Kota Balikpapan Suseno mengaku telah memenuhi undangan Polda Kaltim belum lama ini. Undangan tersebut berkaitan dengan panggilan klarifikasi kasus dugaan pidana korupsi pengadaan 4 unit Fire Jeep di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kepala BPBD Kota Balikpapan Suseno tak menampik telah memenuhi undangan tersebut. Dirinya mengatakan memberikan klarifikasi soal dugaan mark up kendaraan operasional BPBD Balikpapan.

“Memang kami sudah diminta klarifikasi Polda tentang empat unit mobil itu. Dan kita juga sudah jelaskan tentang proses pengadaan tersebut, sesuai prosedur maupun pelaksanaan dari pengadaan ini,” katanya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved