Partai Koalisi Indonesia Kerja Jokowi-Maruf Masih Kompak Tolak Merapatnya PAN dan Demokrat

Arsul Sani mengungkapkan partai yang tergabung di Koalisi Indonesia Kerja, tak menginginkan adanya tambahan partai baru di luar koalisi Jokowi-Maruf

Partai Koalisi Indonesia Kerja Jokowi-Maruf Masih Kompak Tolak Merapatnya PAN dan Demokrat
Tribunnews.com/ Dennis Destryawan
Konferensi pers dihadiri sejumlah petinggi TKN dan partai koalisi Indonesia kerja di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - Dinamika politik pindah haluan yang dilakoni sejumlah partai pendukung Prabowo-Sandi, masih menjadi perbincangan.

Diketahui, Ketum Gerindra, sekaligus Capres 02, Prabowo Subianto telah membubarkan Koalisi Adil Makmur.

Prabowo juga memersilakan partai pengusungnya untuk mengambil langkah politik, masing-masing.

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan, hingga saat ini koalisi pengusung Jokowi-Maruf Amin belum dapat memastikan soal penambahan partai untuk menjadi anggota koalisi.

Menurut Arsul Sani, semua partai di Koalisi Indonesia Kerja saat ini masih tidak ingin ada penambahan partai baru.

"Kalau di Koalisi Indonesia Kerja, sudah enggak usah tambah (partai baru), ya PPP menghormati lah," ujar Arsul Sani, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Arsul Sani melanjutkan, anggota koalisi belum membicarakan soal penambahan anggota baru.

Sebab, menurut dia, koalisi pendukung petahana ini masih menunggu pertemuan Jokowi sebagai presiden terpilih dengan ketua umum partai di Koalisi Indonesia Kerja.

"Nah nanti di situlah nanti akan dibahas apakah koalisi ini perlu tambah atau tidak, Kalau perlu tambah berapa tambahnya.

Kalau kemudian disepakati berapa, tambahnya siapa yang mau diajak," kata Arsul Sani.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved