Jelang Operasi SAR ditutup, Korban Tenggelam di Perairan Muara Berau Belum Juga ditemukan

Basarnas bakal segera menghentikan Operasi SAR pencarian korban tenggelam di perairan Muara Berau. Hingga kini korban tenggelam belum ditemukan

Jelang Operasi SAR ditutup, Korban Tenggelam di Perairan Muara Berau Belum Juga ditemukan
HO/Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan (Basarnas
OPERASI SAR - Tim SAR Gabungan melakukan upaya mencarian terhadap korban tenggelam di perairan Muara Berau, Kabupaten Kutai Kartanegara. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Memasuki hari ke enam pencarian korban tenggelam di perairan Muara Berau, Tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian.

Sejauh ini, Tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran seluas 15 NM (Nautical Mile) atau kurang lebih 27,78 Km.

Pencarian terhadap korban dilakukan hanya dengan melakukan penyisiran menggunakan rubber boat Basarnas, speed boat TNI AL, kapal pandu Pelindo IV, dan enam unit perahu kerabat korban.

Tidak dilakukan penyelaman, mengingat lokasi tenggelamnya korban berada di kawasan laut, Selat Makassar, dengan kedalaman lebih dari 100 meter.

"Pencarian hanya dengan penyisiran saja, tidak bisa dilakukan penyelaman, karena kedalaman lebih dari 100 meter," ucap Danru Siaga SAR Samarinda, Joko Tri Wulan, Sabtu (6/7/2019).

"Betul, hingga hari ini korban belum juga dapat ditemukan," sambungnya.

Bahkan, pihaknya telah melakukan penyisiran mencapai wilayah Tanjung Santan, tidak jauh dari kawasan kota Bontang.

"Dalam hal ini koordinasi juga kita lakukan dengan BPBD Bontang," tuturnya.

Tim pencari yang terdiri dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polisi, PMI, Rescue PT Berau Coal dan BPBD Kabupaten Berau, menemukan dan mengevakuasi jenazah nahkoda kapal LCT Sarwaguna 5.
Tim pencari yang terdiri dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polisi, PMI, Rescue PT Berau Coal dan BPBD Kabupaten Berau, menemukan dan mengevakuasi jenazah nahkoda kapal LCT Sarwaguna 5. (TribunKaltim.Co/Geafry Necolsen)

Dirinya menjelaskan, sejauh ini kendala yang dihadapi yakni gelombang, dan luasnya wilayah pencarian. Namun demikian, pihaknya tetap melakukan upaya maksimal terhadap pencarian korban.

"Angin dan cuaca yang tidak menentu, juga jadi kendala. Tapi, tetap kita lakukan upaya maksimal terhadap pencarian korban," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved