Ketum Cendikiawan Muslim Soroti Rencana Bergabungnya Demokrat dan PAN ke Koalisi Pemerintah

Ketum Cendekiawan Muslim soroti banyaknya partai yang akan masuk ke koalisi pemerintah. Sebut tak akan ada check and balance

Ketum Cendikiawan Muslim Soroti Rencana Bergabungnya Demokrat dan PAN ke Koalisi Pemerintah
(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie saat ditemui di sela-sela acara halalbihalal Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO - Wacana bertambahnya partai koalisi pendukung Jokowi-Maruf Amin, menjadi perbincangan hangat seusai Pilpres 2019.

Diketahi, KPU RI telah menetapkan pasangan Jokowi-Maruf sebagai pemenang Pilpres 2019.

Setelah itu, beberapa partai yang semula tergabung dalam Koalisi Adil Makmur, pendukung pasangan Prabowo-Sandi, mulai berpaling ke Jokowi-Maruf.

Seperti yang dilakukan Partai Demokrat dan PAN yang sudah beri sinyal siap bergabung ke pemerintah.

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menilai, tak sehat jika semua partai bergabung ke dalam koalisi pemerintahan.

Hal itu disampaikan Jimly menanggapi beberapa partai pengusung Prabowo-Sandi yang hendak bergabung ke koalisi Jokowi-Maruf Amin.

"Politik tidak sehat kalau monolitik, semua ingin ikut ke dalam koalisi pemenang.

Sebaiknya jangan.

Jadi biarlah dipelihara dua kelompok (oposisi dan koalisi) sama mulianya.

Itu check and balance.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved