Breaking News:

Pilpres 2019

Bukan Oposisi atau Koalisi, Ketua DPP Gerindra Ungkap Posisi Partainya di Pemerintahan Jokowi-Maruf 

Ketua DPP Partai Gerindra, Supratman Andi Atas angkat soal posisi Partai Gerindra di dalam pemerintahan Jokowi-Maruf nantinya

Irwan Rismawan/Tribunnews.com
Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 yang diikuti KPU, pasangan Capres dan Cawapres, dan 16 partai politik nasional tersebut mengambil tema 'Kampanye anti SARA dan HOAKS untuk menjadikan pemilih berdaulat agar negara kuat'. 

"Di masa pemerintahan, di akhir pemerintahan Pak Jokowi, kami tetap sampai hari ini partai yang berada di luar pemerintahan."

"Jadi nggak ada perubahan sikap apa-apa," papar dia.

Namun, Supratman tidak menyebutkan bahwa selanjutnya Gerindra tidak akan bergabung ke koalisi Indonesia Kerja.

"Soal nanti di tahun berikutnya, ataupun di masa awal pemerintahan yang akan datang, Pak Prabowo itu pasti akan mengundang seluruh DPD, Dewan Pembina, untuk mendengar masukan ini Gerindra mau seperti apa," ujarnya kemudian.

Baca juga :

Ada Spanduk Dukungan, Jawaban Gerindra soal Kemungkinan Sandiaga Uno Maju di Pilgub Sumbar 2020

Andre Rosiade Sebut Gerindra akan Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024 dengan Syarat

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Puyuono terlibat perdebatan dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem, Johnny G Plate perihal keputusan koalisi Joko Widodo (Jokowi).

Hal ini terjadi saat keduanya menjadi narasumber dalam tayangan Mata Najwa di Trans7, dikutip TribunWow.com dari saluran YouTube Najwa Shihab, Kamis (4/7/2019).

Berawal dari Arief Puyuono yang menyebut partainya lebih dekat dengan dengan PDI Perjuangan.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved