Gara-gara Partai Porak Poranda hingga Persoalan Dana Parpol, Seorang Ketua DPD Golkar Dipecat 

Karena diduga melakukan sejumlah pelanggaran, salah seorang Ketua DPD Golkar dipecat dari jabatannya terhitung sejak 18 Juni 2019

Gara-gara Partai Porak Poranda hingga Persoalan Dana Parpol, Seorang Ketua DPD Golkar Dipecat 
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Dedi Mulyadi 

TRIBUNKALTIM.CO - Ketua DPD Golkar Kota Cirebon Toto Sunanto dipecat dari jabatannya terhitung sejak 18 Juni 2019.

Toto diberhentikan karena diduga melakukan sejumlah pelanggaran. 

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan, pemberhentian Toto berdasarkan permintaan seluruh pimpinan Golkar kecamatan di Cirebon yang berjumlah 5.

"Mereka (pimpinan Golkar kecamatan) meminta pemberhentian ketua DPD Golkar Kota Cirebon yang disampaikan pada 18 Juni 2019)," kata Dedi kepada Kompas.com, Sabtu (6/7/2019).

Dedi menyebutkan, ada tiga alasan Toto dipecat dari pimpinan Golkar Kota Cirebon. Pertama, kata Dedi, dana partai politik 2018 yang tak bisa dipertanggungjawabkan.

"Dana itu tidak digunakan untuk kepentingan partai menurut laporan bendahara Golkar Kota Cirebon. Dana tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi," kata Dedi.

Lalu alasan kedua, lanjut Dedi, adalah dana saksi tidak semuanya dipakai.

Pada Pemilu 2019 kemarin, beberapa dapil tak memiliki saksi.

"Ketiga adalah pengelolaan organisasi yang buruk. Partai porak poranda," tandas Dedi.

Dedi mengatakan, tiga masalah itu muncul berdasarkan laporan dari pimpinan Golkar kecamatan. Laporan tersebut kemudian diverifikasi oleh tim investigasi DPD Golkar Jabar.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved