Lagi, TK2D Kutim Kepergok Simpan Sabu

asus penyalahgunaan narkotika jenis sabu kembali diungkap jajaran Satreskoba Polres Kutai Timur, Minggu (7/7) dengan menangkap dua tersangka

Lagi, TK2D Kutim Kepergok Simpan Sabu
TribunKaltim.Co/HO/Polres Kutim
Tersangka Miseriono saat diamankan di Polres Kutim 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu kembali diungkap jajaran Satreskoba Polres Kutai Timur, Minggu (7/7). Tak tanggung-tanggung, dalam dua jam, dua kasus bisa terungkap.

Pengungkapan pertama, dilakukan pada sosok bernama Martani alias Gondrong (31) di Jalan AW Syahrani Gang Teratai, RT 12 Desa Sangatta Utara, sekitar pukul 2.15 Wita.

Tersangka Martani  saat diamankan di Polres Kutim
Tersangka Martani saat diamankan di Polres Kutim (TribunKaltim.Co/HO/Polres Kutim)

Satu poket sabu seberat 0,28 gram, berhasil disita dari seorang Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) di lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan.

Sabu tersebut ditemukan aparat di dalam kotak rokok yang diselipkan di saku celana yang digunakan tersangka.

“Kita mendapat informasi tentang penyalahgunaan narkotika jenis sabu di kawasan tersebut. Kemudian mendapat titik terang tentang seorang yang dicurigai.

Saat tersangka baru saja kembali ke kosan, langsung dilakukan penggeledahan. Kemudian ditemukan satu poket sabu yang diakui miliknya,” ungkap Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan didampingi Kasatreskoba Iptu Mikael Hasugian.

Selang dua jam, sekitar pukul 16.00 sore, tim Opsnal kembali melakukan penangkapan pada seorang bernama Miseriono (43), warga Jalan Karya Etam, belakang Kantor Koramil, Desa Sangatta Utara.

Ia diamankan setelah polisi menemukan satu poket sabu seberat 0,26 gram di dalam dompet kulit warna hitam yang disimpan dalam lemari pakaian di kamar tersangka.

“Sama seperti tersangka sebelumnya, kami juga mengamankan tersangka setelah mendapat informasi terjadinya transaksi sabu di lokasi tersebut.

Setelah dilakukan penyelidikan, berhasil kita ketahui lokasi sosok yang dicurigai. Ia pun kami grebek dan geledah rumahnya,” kata Mikael.

Beranjak dari bukti yang diperoleh, Martani dan Miseriono diamankan di sel tahanan Polres Kutim, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Keduanya dijerat pasal 114 atay (1) pasal 112 ayat 1 undang undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.(*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved