Modernisasi Tingkatkan Produktivitas, Kementan: Bantuan Alsintan Terbesar Sepanjang Sejarah RI

"Bantuan alsintan ini terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Modernisasi dilakukan sebagai persiapan menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0"

Modernisasi Tingkatkan Produktivitas, Kementan: Bantuan Alsintan Terbesar Sepanjang Sejarah RI
TRIBUN KALTIM/RAHMAT TAUFIQ
NAIK ZONDER - Gubernur Kaltim Isran Noor didampingi Plt Bupati Kukar Edi Damansyah mencoba untuk mengemudikan zonder atau traktor roda 4 bantuan dari pemerintah pusat pada Acara Gerakan Tanam Jagung Perdana di Loa Ipuh KM 12, Kecamatan Tenggarong, Kukar, Selasa (27/11). Kendaraan ini dimanfaatkan kelompok tani saat masa tanam jagung 

TRIBUNKALTIM.CO - Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Ketut Kariyasa mengatakan bahwa penggunaan alat mesin pertanian (Alsintan) dalam memacu produksi selama empat setengah tahun ini sukses mendongkrak kesejahteraan petani hingga menurunkan kemiskinan penduduk desa secara keseluruhan.

"Di samping itu, penggunaan Alsintan juga mampu memenuhi kelangkaan tenaga kerja dan mendorong generasi muda untuk terjun langsung ke sektor pertanian," ujar Kariyasa, Sabtu (6/7/2019), melalui rilis yang dikirimkan pada Tribunkaltim.co, Minggu (7/7/2019).

Menurut Kariyasa, hingga saat ini sudah lebih dari 400 ribu unit alsintan yang didistribusikan pemerintah ke seluruh pelosok daerah.

Jumlah ini bahkan meningkat 500 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

"Bantuan alsintan ini terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Modernisasi dilakukan sebagai persiapan menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0," katanya.

Kariyasa menjelaskan, modernisasi pertanian ini terbukti mampu menghemat biaya produksi dan mempercepat proses produksi hingga meningkatkan produktivitas lahan.

"Sebagai contoh, penggunaan traktor roda-2 dan roda-4 mampu menghemat penggunaan tenaga kerja dari 20 orang menjadi 3 orang perhektare. Belum lagi biaya pengolahan lahan turun sekitar 28 persen," katanya.

Selain itu, ada juga penggunaan rice transplanter yang mampu menghemat tenaga tanam dari 19 orang menjadi 7 orang perhektar.

Sehingga, pola ini dapat menurunkan biaya tanam hingga 35 persen serta mempercepat waktu tanam menjadi 6 jam perhektare.

Belum lagi penggunaan Combined harvester yang bisa menghemat tenaga kerja dari 40 orang menjadi 7 orang.

Halaman
1234
Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved