Modernisasi Tingkatkan Produktivitas, Kementan: Bantuan Alsintan Terbesar Sepanjang Sejarah RI

"Bantuan alsintan ini terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Modernisasi dilakukan sebagai persiapan menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0"

Modernisasi Tingkatkan Produktivitas, Kementan: Bantuan Alsintan Terbesar Sepanjang Sejarah RI
TRIBUN KALTIM/RAHMAT TAUFIQ
NAIK ZONDER - Gubernur Kaltim Isran Noor didampingi Plt Bupati Kukar Edi Damansyah mencoba untuk mengemudikan zonder atau traktor roda 4 bantuan dari pemerintah pusat pada Acara Gerakan Tanam Jagung Perdana di Loa Ipuh KM 12, Kecamatan Tenggarong, Kukar, Selasa (27/11). Kendaraan ini dimanfaatkan kelompok tani saat masa tanam jagung 

Pertanaman dan panen komoditas utama seperti padi dan jagung secara khusus dikembangkan pemanfaatan mekanisasi dengan alat mesin pertanian (alsintan) modern.

Kuntoro menjelaskan, Mekanisasi pertanian yang telah dilakukan dinilai telah mampu meningkatkan pendapatan petani, meskipun harga yang diterima petani  menurun (deflasi) akibat produksi melimpah.

Akan tetapi karena tambahan penghematan biaya dan kenaikan produksi akibat mekanisasi mampu mengkonpensasi turunnya harga yang diterima petani, sehingga tidak berdampak terhadap turunnya Nilai Tukar Petani (NTP).

Dijelaskan mekanisasi mampu menghemat penggunaan tenaga kerja dan meningkatkan nilai tambah produksi sehingga menyebabkan produktivitas tenaga kerja sektor pertanian meningkat. 

“Selama tahun 2014-2018, produktivitas tenaga kerja sektor pertanian meningkat 20,35%, dari sebesar Rp 23,29 juta per orang pada tahun 2014 meningkat menjadi Rp 28,03 juta per orang pada tahun 2018,” jelasnya. (*)

Persiapkan Lokasi Kawasan Pertanian Nasional

Kalimantan Utara tengah mempersiapkan lokasi kawasan pertanian nasional sebagaimana amanat Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 472/Kpts/RC.040/6/2018.

Sekretaris DPKP Kalimantan Utara Diana Risawaty menjelaskan, tahapan saat ini tengah dilakukan pencarian detil lokasi oleh Pemkab/Pemkot yang wilayahnya dijadikan lahan pertanian nasional.

"Sedang dicari lebih detil di tingkat kecamatan dan desanya. Kalau sudah didapatkan titik-titiknya sampai detik koordinatnya baru kemudian dikumpulkan di pusat," kata Sekretaris DPKP Kalimantan Utara Diana Risawaty mewakili Kepala DPKP Kalimantan Utara Andi Santiaji Pananrangi kepada Tribunkaltim.co, Senin (1/7/2019).

Dalam Keputusan Menteri Pertanian tersebut, padi akan diprioritaskan di Bulungan dan Nunukan. Adapun komoditas prioritas holtikultura, yakni cabai dan bawang merah difokuskan di daerah Bulungan, Nunukan, dan Tarakan.

Halaman
1234
Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved