Pengerukan SKM Libatkan Korem 091/ASN, Ini Peran Prajurit TNI

Proses pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM) akan melibatkan prajurit TNI. Mereka juga akan membantu warga untuk mengangkat barang mereka

Pengerukan SKM Libatkan Korem 091/ASN, Ini Peran Prajurit TNI
Tribunkaltim.co, Nalendro Priambodo
Permukiman padat penduduk di Sungai Karang Mumus persisnya di belakang Jembatan Perniagaan belakang Pasar Segiri Samarinda. Pemkot Samarinda meminta warga di mengosongkan bangunan karena dianggap menyempitkan badan sungai dan memperparah banjir. Nantinya, di kawasan itu akan dikeruk sedimentasi dan diturap. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Proses pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM) yang diduga menjadi salah satu biang terjadinya banjir di Kota Samarinda akan  melibatkan prajurit TNI.

Hal itu dibenarkan Kasi Teritorial Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Kolonel ARH Jamaludin Malik, didampingi Kepala Penerangan (Kapen), Kapten ARH Azrul Azis.

Kepada Tribunkaltim.co ia menjelaskan  turut sertanya  TNI pada pengerukan SKM merupakan salah satu kegiatan karya bakti skala besar.

"Ini momentnya kegiatan pasca tanggap darurat banjir. Jadi, ini termasuk kegiatan karya bakti skala besar, bisa bekerja sama dengan Pemkot  maupun swasta," ucapnya, Minggu (7/7/2019).

Dalam hal ini Pemkot  bekerja sama dengan Korem 091/ASN, yang merupakan hasil MoU dengan Gubernur Kaltim, lalu ditindaklanjuti kerja sama tersebut oleh SKPD terkait dengan Korem.

Terkait dengan proses pengerukan SKM, pihaknya menilai pemerintah daerah  harus melakukan sosialisasi dengan masyarakat, terutama yang bermukim disepanjang bantaran SKM.

Foto udara penyempitan sempadan Sungai Karang Mumus karena permukiman ilegal yang berpotensi mengganggu aliran air.
Foto udara penyempitan sempadan Sungai Karang Mumus karena permukiman ilegal yang berpotensi mengganggu aliran air. (HO/BWS Kalimantan)

"Kalau sosialisasi berjalan lancar, tentu proses pengerukan SKM juga bisa berjalan lancar. Yang jelas kami menunggu hasil sosialisasi yang dilakukan pemerintah," ungkapnya.

Sama halnya dengan pengerahan personel TNI beserta armada, maupun alat kelengkapan kebutuhan pengerukan SKM, pihaknya belum dapat menentukan jumlah personel yang dilibatkan,  karena akan diterjunkan personel sesuai dengan kebutuhan di lokasi.

"Untuk jumlah personel dan kendaraan, kita juga masih menunggu pemerintah, karena akan turunkan sesuai kebutuhan saja," tegasnya.

"Tapi, hasil dari koordinasi sementara antara Korem dan pemerintah, alat yang digunakan tidak terlalu banyak, karena proses pengerukan dilakukan dari titik jembatan perniagaan Pasar Segiri, Gang Nibung hingga jembatan S Parman, dengan difokuskan terlebih dahulu di sekitar Pasar Segiri," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved