Sambangi Warga Pedalaman, Ini yang Dikeluhkan Warga ke Bupati Muharram

Kemudian masalah dokter, kami minta agar ada yang menetap bertugas di Puskesmas Long La'ay. Sehingga pelayanan kesehatan dapat dimaksimalkan

Sambangi Warga Pedalaman, Ini yang Dikeluhkan Warga ke Bupati Muharram
Tribunkaltim.co, Geafry Necolsen
Bupati Berau, Muharram mendengar keluhan warga pedalaman Kecamatan Segah. Muharram berjanji akan memenuhi kebutuhan primer masyarakat, seperti air, listrik dan kesehatan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Kegiatan halal bihalal Pemkab Berau masih terus berlanjut, tidak hanya sampai di wilayah pesisir, Bupati Berau Muharram dan Wakil Bupati Agus Tantomo juga menyambangi kampung-kampung di pedalaman.

Setelah melakukan silaturahmi dengan mayarakat di Kampung Tepian Buah, Bupati Berau Muharram bersama Wakil Bupati Agus Tantomo serta rombongan melanjutkan perjalanan ke Kampung Long La'ay, Long Ayap dan Punan Malinau.

Kunjungan ini disambut dengan tarian khas warga setempat. Kegiatan ini berlangsung malam dengan tatap muka bersama masyarakat tiga kampung.

Para kepala kampung diberi kesempatan berdialog dengan bupati dan wabup. Dalam penyampaiannya para kepala kampung mengingatkan hal yang serupa.

Seperti yang disampaikan Kepala Kampung Long La'ay, Eng Dalah bahwa sejauh ini warganya mengharapkan listrik, karena menurutnya, listrik yang ada di sana belum memadai.

“Begitu pula dengan telekomunikasi, sebab sejauh ini warga Long La'ay tidak bisa memanfatkan handphone untuk keperluan serta internet yang belum dapat diakses. Sehingga kerap kali ketinggalan informasi perkembangan pembangunan maupun informasi dari luar,” jelasnya.

Sarana air bersih juga masih minim, warga di kampung-kampung tersebut masih mengandalkan air sungai untuk mencukupi kebutuhan sehari–hari.

“Kemudian masalah dokter, kami minta agar ada yang menetap bertugas di Puskesmas Long La'ay. Sehingga pelayanan kesehatan dapat dimaksimalkan.

Kalau kami berobat ke kampung lain, itu jaraknya jauh dan penuh risiko, apa lagi musim penghujan jalan sangat licin, sangat rawan kecelakaan. Kalau kami harus berobat ke Kota Tanjung Redeb, biaya transportasinya sangat mahal,” tegasnya.

Baca Juga;

Halaman
123
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved