Berita Eksklusif

Sedimentasi Sungai Karang Mumus Dikeruk, Lumpur Sedimen Dibuang ke Lubang Tambang

Senin (8/7) hari ini rencananya akan dimulai kegiatan pengerukan sedimentasi (lumpur) di Sungai Karang Mumus (SKM) Samarinda

Sedimentasi Sungai Karang Mumus Dikeruk, Lumpur Sedimen Dibuang ke Lubang Tambang
Tribunkaltim.co, Nalendro Priambodo
Permukiman padat penduduk di Sungai Karang Mumus persisnya di belakang Jembatan Perniagaan belakang Pasar Segiri Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Senin (8/7) hari ini rencananya akan dimulai kegiatan pengerukan sedimentasi (lumpur) di Sungai Karang Mumus (SKM) Samarinda oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kaltim.

Penelusuran Tribun sehari sebelum pengerukan sepanjang Gang Nibung, Jalan dr Soetomo, Samarinda belum tampak ada gelagat kegiatan pengerukan.

Tidak terlihat mobilisasi alat berat mengeruk sedimentasi di sungai yang membelah Kota Tepian. Kepala Seksi Perencanaan Sumberdaya Air Dinas PUPR Kaltim, Ihsan dikonfirmasi Minggu (7/7) belum berani berkomentar banyak apakah program pengerukan sedimentasi akan dimulai Senin ini.

Pasalnya, selama perencanaan program yang melibatkan Pemprov Kaltim, Pemkot Samarinda dan Balai Wilayah Sungai III Kalimantan ini terjadi banyak perubahan rencana. Ketika proyek ini dijalankan, harus benar-benar siap. Ia enggan membeber perubahan apa yang dimaksud.

Permukiman padat penduduk di Sungai Karang Mumus persisnya di belakang Jembatan Perniagaan belakang Pasar Segiri Samarinda. Pemkot Samarinda meminta warga di mengosongkan bangunan karena dianggap menyempitkan badan sungai dan memperparah banjir. Nantinya, di kawasan itu akan dikeruk sedimentasi dan diturap.
Permukiman padat penduduk di Sungai Karang Mumus persisnya di belakang Jembatan Perniagaan belakang Pasar Segiri Samarinda. Pemkot Samarinda meminta warga di mengosongkan bangunan karena dianggap menyempitkan badan sungai dan memperparah banjir. Nantinya, di kawasan itu akan dikeruk sedimentasi dan diturap. (Tribunkaltim.co, Nalendro Priambodo)

"Perekembangan setelah rapat kemarin banyak berubah, sehingga, saya ngga berani beri penjelasan, takutnya beri keterangan berbeda dengan situasi terbaru. Takutnya salah," ucap Ihsan.

Dijelaskan Ikhsan, tahap awal, pengerjaan pengerukan sudah bisa berjalan tanpa perlu menunggu tindak lanjut pembebasan lahan oleh pemkot.
Sementara sisanya, bisa berjalan setelah pembebasan. Titik yang ia sebut bakal dikerjakan tahap awal yakni di Gang Nibung.

Keruk Sungai Karang Mumus, Kepala Bappeda Kaltim: Akan Diswakelolakan Senilai Rp6 Miliar

Normalisasi Sungai Karang Mumus, Warga Diminta Segera Kosongkan Bangunan

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, Nurrahmani, yang sebelumnya diajak rapat koordinasi pengerukan di SKM mengatakan sudah merekomendasikan pembuangan sedimentasi SKM ke lubang bekas galian tambang batu bara.

Walaupun lupa nama dua perusahaan yang ia rekomendasikan ke PUPR Kaltim, ia hanya ingat, lubang yang nantinya dijadikan tempat pembuangan sedimentasi itu berada di daerah Bengkuring. (*)

Selengkapnya Baca Koran Tribun Kaltim Edisi Senin (8/7)!

Subscribe Official YouTube Channel:

Baca juga:


PENAMPAKAN Samsung Galaxy A80 BLACKPINK Special Edition, Berikut Harga dan Bonusnya

Anak Wakil Walikota Pilih Jadi Kuli Bangunan untuk Sambung Hidup, Begini Komentar Sang Ayah

BUKAN Terpeleset, Kepolisian Akhirnya Ungkap Penyebab Thoriq Meninggal Dunia di Gunung Piramid

Kenangan Sebelum Sutopo Meninggal Dunia, Larangan Keluarga hingga Sampaikan Permintaan Maaf

Marah Besar, Lionel Messi Sebut Copa America 2019 Diatur untuk Kemenangan Timnas Brasil

Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved