Soal Pengerukan SKM, Pemprov Dahulukan Bantaran Sungai Tanpa Dihuni Warga

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim akan mendahulukan untuk pengerukan SKM di lokasi bebas warga.

TRIBUN KALTIM / M PURNOMO SUSANTO
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Zairin Zain. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Persoalan sosial memang menjadi salah satu faktor terbesar bagi pemerintah untuk melaksanakan pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM), dalam rangka penanggulangan banjir di Kota Samarinda.

Menyadari hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim akan mendahulukan untuk pengerukan SKM di lokasi bebas warga.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Zairin Zein mengungkapkan, maksud pernyataan bebas warga adalah lokasi-lokasi yang di dalamnya tidak ada warga.

Kemudian, lokasi-lokasi yang tidak perlu bagi pemerintah untuk melakukan pembebasan lahan di sekitaran bantaran SKM.

Permukiman padat penduduk di Sungai Karang Mumus persisnya di belakang Jembatan Perniagaan belakang Pasar Segiri Samarinda. Pemkot Samarinda meminta warga di mengosongkan bangunan karena dianggap menyempitkan badan sungai dan memperparah banjir. Nantinya, di kawasan itu akan dikeruk sedimentasi dan diturap.
Permukiman padat penduduk di Sungai Karang Mumus persisnya di belakang Jembatan Perniagaan belakang Pasar Segiri Samarinda. Pemkot Samarinda meminta warga di mengosongkan bangunan karena dianggap menyempitkan badan sungai dan memperparah banjir. Nantinya, di kawasan itu akan dikeruk sedimentasi dan diturap. (Tribunkaltim.co, Nalendro Priambodo)

“Telah kami survey. Memang ada lokasi yang tidak ada warga di sana. Kemudian, ada juga lokasi yang tidak perlu kita lakukan pembebasan lahan.

Nah, lokasi-lokasi itulah yang nantinya akan kita dahulukan untuk dilaksanakan pengerukan. Sembari, kita menunggu matangnya persiapan swakelola,” ujar Zairin saatn diwawancara awak Tribunkaltim.co.

Terkait kematangan sistem swakelola untuk penanggulangan banjir di Samarinda, Zairin mengatakan, sampai saat ini pemerintah masih melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat di bantaran SKM yang hendak dilakukan pengerukan.

Setelah selesai dilakukan hal itu, pihaknya baru akan melaksanakan pekerjaan pengerukan.

“Kami mengharapkan, kerjasama yang baik  antara pemerintah dan masyarakat terkait rencana pengerukan ini.

Artinya, segera kita lakukan pengerukan di lokasi-lokasi yang telah kita tentukan maka penanggulangan banjir di Samarinda pun akan segera tercapai.

Halaman
12
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved