Staf BPBD Kaltim Muriono Kenang Sosok Sutopo, Sempat Bawakan Amplang

Muriono pertama kali bertemu dengan almarhum Sutopo pada 2013 lalu.Sutopo meninggal dunia di China

TribunKaltim.CO/HO/Muriano
Personel Pusdalops BPBD Kaltim mengabadikan moment kebersamaan dengan almarhum Sutopo Purwo Nugroho saat personel Pusdalops BPBD Kaltim bertandang ke BNPB, Jakarta untuk belajar mengenai pengolahan data dan informasi kebencanaan 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Indonesia kembali kehilangan sosok yang dicintai masyarakat. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, meninggal dunia,

setelah menjalani perawatan di Guangzhou, China, Minggu (7/7) sekitar pukul 01.20 WIB atau 02.20 waktu setempat.

Duka tidak hanya menyelimuti keluarga almarhum Sutopo, namun seluruh unsur personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta unsur relawan se Indonesia,

termasuk organisasi maupun lembaga lainnya yang erat kaitannya dengan kemanusiaan dan kebencanaan.

Sama halnya yang dialami Muriono. Staf Pusdalops BPBD Kaltim ini mengaku sangat kehilangan dengan sosok Sutopo yang menurutnya selalu gamblang dalam memberikan keterangan maupun penyampaian.

Muriono pertama kali bertemu dengan almarhum Sutopo pada 2013 lalu. Saat itu, ia  dan empat personel Pusdalops BPBD Kaltim bertandang ke markas BNPB di Jakarta untuk belajar mengenai pengolahan data  serta informasi.

Baru sampai di BNPB dan bertemu Sutopo, dirinya dan rekan-rekannya langsung diajak untuk berfoto bersama lebih dahulu sebelum memulai pelatihan.

"Kami yang ke Jakarta. Kami ke sana untuk belajar, sekaligus pengenalan Pusdalops BPBD Kaltim, karena saat itu Pusdalops baru berdiri," ucapnya kepada Tribunkaltim.co, Minggu (7/7/2019).

Tidak disangka, pertemuan itu menjadi yang terakhir kalinya ia bertemu langsung dengan almarhum Sutopo, karena setelah itu tidak pernah lagi bertemu dengan sosok yang mengidolakan Raisa tersebut.

"Pertama dan terakhir kalinya. Kami dan saya pribadi sangat kehilangan dengan sosok beliau. Saat itu, kami bawakan beliau amplang, makanan khas Samarinda," imbuhnya.

Halaman
123
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Samir Paturusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved