200 Kg Kepiting Olahan di Balikpapan Dimusnahkan dengan Cara Disiram Minyak Lalu Dibakar

Jadi kepiting bertelur ini termasuk jenis kepiting yang dilindungi, tidak boleh dikirim tanpa sertifikat dari BKIPM, tetapi dalam bentuk gilingan

200 Kg Kepiting Olahan di Balikpapan Dimusnahkan dengan Cara Disiram Minyak Lalu Dibakar
Tribunkaltim.co, Zainul
200 Kg kepiting olahan dibakar di belakang kantor BIPM Balikpapan. Senin (8/7/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - 200 Kilogram kepiting olahan dimusnahkan oleh Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Senin (8/7/2019)

Pemusnahan kepiting tersebut dilakukan dengan cara disiram menggunakan minyak terlebih dahulu lalu dibakar di belakang kantor BKIPM Balikpapan Jalan Yos Sudarso Kecamatan Balikpapan Selatan.

Kepiting tersebut merupakan olahan dari kepiting betina atau kepiting bertelur yang merupakan jenis kepiting yang dilindungi oleh negara.

Kepala BKIPM Balikpapan Sab Lestiawan menjelaskan sebelumnya kepiting seberat 200 kg ini akan dikirim ke Palembang tanpa dilengkapi sertifikat.

Pengiriman melalui bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dan sengaja digiling lalu dikemas menyerupai kemasan daging beku guna mengelabui petugas.

200 Kg kepiting olahan dibakar di belakang kantor BIPM Balikpapan. Senin (8/7/2019).
200 Kg kepiting olahan dibakar di belakang kantor BIPM Balikpapan. Senin (8/7/2019). (Tribunkaltim.co, Zainul)

"Jadi kepiting bertelur ini termasuk jenis kepiting yang dilindungi, tidak boleh dikirim tanpa sertifikat dari BKIPM, tetapi dikirim dengan modus dalam bentuk gilingan untuk mengelabui petugas," kata Kepala BKIPM Balikpapan Sab Lestiawan.

"Namun kita tahu setelah melakukan pengecekan laboratorium bahwa ternyata barang itu kepiting bertelur dan dikirim tanpa melalui BKIPM," terang Kepala BKIPM Balikpapan Sab Lestiawan.

Segala bentuk hasil perikanan dan kelautan seperti ikan, kepiting, dan lobster yang dikirim atau diperjualbelikan lintas daerah harus melalui pemeriksaan laboratorium BKIPM guna mengetahui tingkat mutu dan kualitas kelayakannya untuk dikonsumsi.

Selain itu, setelah melalui pemeriksaan di laboratorium, BKIPM mengeluarkan sertifikat lintas pengiriman dan kelayakan untuk dikonsumsi.

"Tidak bisa di berangkatkan, tetapi memaksakan diri ke Palembang sampai sana gak ada sertifikatnya karena kami tidak mengeluarkan sertifikat sehingga dikembalikan lagi ke sini," kata Kepala BKIPM Balikpapan Sab Lestiawan.

Halaman
12
Penulis: Zainul
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved