Angka Kematian Bayi di Berau Kalimantan Timur Terus Meningkat, Ternyata Ini Penyebabnya

DPRD Berau kembali menyinggung banyaknya kasus kematian dalam persalinan di Kabupaten Berau.

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Elita Herlina, anggota DPRD Berau, Kalimantan Timur, kembali menyinggung banyaknya kasus kematian, meninggal dunia dalam persalinan di Kabupaten Berau.

Elita berharap, agar pemerintah menniingkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.

"Angka kematian ibu melahirkan dan bayi masih tinggi, kami berharap pemerintah bisa meningkatkan pelayanan," tegasnya pada Selasa (8/7/2019).

Hal ini terungkap saat menyampaikan pandangan akhir fraksinya dalam rapat paripuna pengesahan peraturan daerah tentang laporan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau, tahun anggaran 2019.

Sementara itu, Edi Santosa dari Partai Demokrat menegaskan, opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualiasn) bukan berarti pengelolaan keuangan daerah sudah sempurna.

Posyandu memberikan layanan penyuluhan keoada ibu hamil dan balita. Minimnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan kehamilan dan bayi baru lahir, disebut sebagai penyebab tingginya kematian ibu dan anak saat proses persalinan.
Posyandu memberikan layanan penyuluhan keoada ibu hamil dan balita. Minimnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan kehamilan dan bayi baru lahir, disebut sebagai penyebab tingginya kematian ibu dan anak saat proses persalinan. (TribunKaltim.Co/Geafry Necolsen)

Masih banyak yang perlu disampaikan kepada masyarakat, agar masyarakat mengetahui program apa yang telah dicapai oleh Pemkab Berau.

"Angka kemiskinan pengangguran, layanan kesehatan juga masih rendah," tegasnya.

Berdasarkan LKPj Bupati tahun 2018, tercatat angka kematian bayi dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan.

Tahun 2016 tercatat sebanyak 76 kasus, meningkat menjadi 87 kasus di tahun 2017.

Dan kembali meningkat di tahun 2018 menjadi 95 kasus.

Halaman
123
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved