Benarkah Rencana Pemblokiran Ponsel Black Market Bikin Konsumen Risau?

Pemerintah RI berencana segera memblokir ponsel-ponsel ilegal yang beredar di Indonesia.

Benarkah Rencana Pemblokiran Ponsel Black Market Bikin Konsumen Risau?
Isimewa
Pemerintah RI berencana segera memblokir ponsel-ponsel ilegal yang beredar di Indonesia. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah RI berencana segera memblokir ponsel-ponsel ilegal yang beredar di Indonesia.

Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian Perdagangan, telah menyusun regulasinya yang akan disahkan bulan depan.

Melihat keseriusan pemerintah untuk meredam peredaran ponsel ilegal alias black market ( BM) di Indonesia, lembaga riset IDC Indonesia melihat kebijakan tersebut berpotensi memberi dampak negatif terhadap kosumen dalam jangka pendek.

Menurut Risky Febrian, Market Analyst di IDC Indonesia, konsumen akan merasa bingung atau ragu soal perbedaan ponsel resmi dan ponsel BM.

Ujung-ujungnya, angka penjualan bisa menurun.

"Dampak jangka pendek yang mungkin bisa terjadi juga adalah adanya penurunan permintaan di pasar. Konsumen awam akan cenderung takut untuk membeli smartphone," kata Risky melalui pesan singkat kepada KompasTekno, Jumat (5/7/2019).

Selain itu, Risky juga mengatakan bahwa penurunan permintaan pasar bisa terjadi karena harga smartphone resmi cenderung lebih tinggi ketimbang versi blackmarket.

Konsumen, kata Risky, akan menahan pembeliannya karena faktor ini.

Dia pun menyarankan para vendor ponsel resmi memastikan arus distribusi berjalan lancar sebagai antisipasi dampak negatif yang bersifat sementara tersebut.

Risky menilai bahwa pemblokiran ponsel BM pada akhirnya akan memberikan efek positif dalam jangka panjang apabila penerapannya berjalan dengan lancar.

Halaman
1234
Editor: Kholish Chered
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved