Aksi Cepat Tanggap

Paket Pangan Penuhi Kebutuhan Warga Terdampak Banjir Samarinda

Kamis (4/7), paket pangan berisi beras, minyak, gula, biskuit, sarden, dan lainnya diberikan untuk warga terdampak banjir yang cukup parah.

Paket Pangan Penuhi Kebutuhan Warga Terdampak Banjir Samarinda
HO - ACT
Seratus kepala keluarga di dua RT di Kelurahan Sidodadi, Samarinda, mendapat bantuan pangan. Sebelumnya, wilayah tersebut terdampak banjir cukup parah. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Masih membantu pemulihan pascabanjir Samarinda, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bekerja sama dengan Kitabisa.com kembali mendistribusikan ratusan paket pangan.

Kamis (4/7), paket pangan berisi beras, minyak, gula, biskuit, sarden, dan lainnya diberikan untuk warga terdampak banjir yang cukup parah. Ada 100 kepala keluarga di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda, yang menerima bantuan ini.

“Alhamdulillah paket sudah disdistribusikan dengan baik, dibantu pihak aparat desa, mulai dari Pak Lurah, Ketua RT 33 dan RT 34, Babinsa TNI AD, dan para warga. Mengingat medan yang ditempuh tidak bisa dilalui menggunakan mobil, tim kami dibantu dengan gerobak untuk menjangkau warga.

Selain paket pangan, ACT Kaltim berencana merancang program kesehatan lanjutan.
Selain paket pangan, ACT Kaltim berencana merancang program kesehatan lanjutan. (HO - Aksi Cepat Tanggap)

Diharapkan bantuan ini bisa memenuhi kebutuhan makanan pokok warga pascabanjir,” jelas Muhammad Iqbal dari Tim Program ACT Kalimantan Timur (Kaltim).

Selain paket pangan, ACT Kaltim berencana merancang program kesehatan lanjutan. Karena Berdasarkan hasil asesmen dan koordinasi dengan pihak aparat desa, salah satu dampak pascabanjir besar kemarin yakni jumlah nyamuk yang kian bertambah.

“Keluhan pascabanjir yang paling parah saat ini ya gangguan nyamuk sih. Harapannya nanti kita bisa kerja sama untuk menanggulangi masalah ini. Kebetulan saya juga sering mengikuti kegiatan-kegiatan ACT di media sosial. Oleh karena itu, saya percaya sudah kalau yang di luar negeri saja ditolong apalagi yang di dalam negeri,” kata Doni Irawan selaku Ketua RT setempat. Ia juga berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh ACT.

Masyarakat begitu antusias menyambut kedatangan tim ACT Kaltim. Hal ini mengingat sejak pascabanjir, warga di RT 33 dan RT 34 baru sekali mendapat bantuan berupa makanan siap santap.
Masyarakat begitu antusias menyambut kedatangan tim ACT Kaltim. Hal ini mengingat sejak pascabanjir, warga di RT 33 dan RT 34 baru sekali mendapat bantuan berupa makanan siap santap. (HO - ACT)

Tidak hanya Doni, masyarakat begitu antusias menyambut kedatangan tim ACT Kaltim. Hal ini mengingat sejak pascabanjir, warga di RT 33 dan RT 34 baru sekali mendapat bantuan berupa makanan siap santap. Doni menyebut banjir kemarin memang merupakan banjir terbesar yang mereka alami semenjak tahun 1998 silam.

Dengan jumlah penduduk sekitar lima ratus jiwa, RT 33 dan RT 34 Kelurahan Sidodadi tergolong wilayah padat penduduk yang melintang di atas parit kota. Setiap kali intensitas curah hujan meninggi, ketinggian air parit pun berisiko bertambah hingga menggenangi atau bahkan membanjiri rumah warga di sekitarnya.

Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved