Bayi Kembar Siam di Bali dapat Bantuan Rp100juta, Orangtua Tutup Rekening Karena Takut Membeludak

Rai, ayah bayi kembar siam mengatakan kalau dana yang dibutuhkan sudah terkumpul dan sudah ia tutup karena dirasa sudah cukup.

Bayi Kembar Siam di Bali dapat Bantuan Rp100juta, Orangtua Tutup Rekening Karena Takut Membeludak
(Tribun Bali)
Kadek Redita (24) syok menghadapi kenyataan sang istri Putu Ayu Sumadi (18) melahirkan bayi kembar siam (tubuh berdempetan). Anak pertama ini lahir melalui bedah cesar di RS Santi Graha, Seririt, Buleleng 

TRIBUNKALTIM.CO - Wajah Kadek Redita (24) terlihat tegar saat ditemui di ruang NICU Cempaka I RSUP Sanglah, Minggu (7/7/2019).

Sejak Kamis (4/7/2019) malam dia harus berjaga 24 jam di RSUP Sanglah agar bisa ditemui jika sewaktu-waktu dokter memanggilnya untuk mengabari perkembangan anak pertamanya yang kembar siam.

Sementara istrinya Putu Ayu Sumandi (18) masih dirawat di Rumah Sakit Santi Graha pasca-persalinan.

Putu Ayu melahirkan bayi kembar siam secara sesar pada Rabu (3/7/2019) di Rumah Sakit Shanti Graha, Seririt, Buleleng dengan berat 4,2 kilogram dan panjang tubuh 49 cm.

Bayi itu langsung dirujuk ke RSUD Buleleng dan dilanjutkan ke RSUP Sanglah untuk mendapatkan perawatan intensif.

Lelaki yang berprofesi sebagai buruh toko bangunan tersebut mengaku sedikit tenang soal dana perawatan untuk bayinya.

Dia medapatkan bantuan dana dari beberapa komunitas, keluarga, kerabat, serta masyarakat Bali melalui rekening saudaranya.

Bahkan ada beberapa komunitas yang datang langsung ke RSUP Sanglah untuk memberikan bantuan.

"Astungkara sudah, kemarin ada beberapa komunitas. Cuman saya lupa nama komunitasnya," ungkapnya.

Dari pekerjaannya sebagai buruh toko, Kadek Redita mengaku mendapatkan upah Rp 60.000 per hari.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved