Blak-blakan, Kalapas di Jabar Ini Akui Kelebihan Kapasitas Berdampak Penyimpangan Seks Napi

Bukan hanya keamanan dan ketertiban, kelebihan kapasitas di Lapas juga berdampak pada kesehatan yang berkaitan pada penyimpangan seks narapidana

Blak-blakan, Kalapas di Jabar Ini Akui Kelebihan Kapasitas Berdampak Penyimpangan Seks Napi
dailymail.co.uk
ILUSTRASI - Penjara 

TRIBUNKALTIM.CO - Lembaga Pemasyarakatan ( lapas) atau Rumah Tahanan (rutan) di Jawa Barat mengalami kelebihan kapasitas.

Hal tersebut berdampak pada persoalan baru, tidak hanya dilihat dari sudut keamanan dan ketertiban saja tapi juga kesehatan yang berkaitan pada penyimpangan seks narapidana.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kadiv Pas Kanwil Kemenkumham) Jabar Abdul Aris di Sarana Olahraga (SOR) Arcamanik Kota Bandung, Senin (8/7/2019) menjelaskan, kelebihan kapasitas lapas dan rutan di Jawa Barat mencapai 52 persen.

Aris merinci, kapasitas hunian seluruh lapas atau rutan se-Jawa Barat sebanyak 15.658 orang sedangkan jumlah penghuni saat ini sebanyak 23.861 orang, yang terdiri dari :

- tahanan 4.587 orang

- narapidana 19.274 orang.

Dari keseluruhan jumlah total penghuni lapas atau rutan se-Jabar ini, pidana umum ada sekitar kurang lebih 11.775 orang, sedang pidana khusus 12.086 orang.

Pidana khusus sendiri apabila dirinci, terdiri dari :

- napi korupsi sebanyak 600 orang

- napi bandar narkoba sebanyak 7.605 orang

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved