Berita Pemprov Kalimantan Utara

Irianto Apresiasi 3 RS di Kaltara Terakreditasi Paripurna, Ini Manfaatnya Bagi Masyarakat

Pemprov Kaltara, kata Gubernur, terus mendorong percepatan proses akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di daerah ini

Irianto Apresiasi 3 RS di Kaltara Terakreditasi Paripurna, Ini Manfaatnya Bagi Masyarakat
HUMASPROV KALTARA
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie meninjau perlengkapan dan kesiapan sumberdaya manusia di RSUD Tarakan. RSUD ini merupakan satu dari tiga rumah sakit di Kaltara yang sudah berakreditasi pari[urna. Kewajiban akreditasi bagi RS juga menjadi atensi Kementerian Kesehatan. Dimana, RS harus tetap melaksanakan rekomendasi target pemenuhan akreditasi hingga 30 Juni 2019. 

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie mengapresiasi atas penilaian akreditasi paripurna terhadap tiga rumah sakit di wilayah ini.

Hal demikian diharapkan bisa diikuti oleh rumah sakit lain yang belum memperoleh akreditasi. Terutama lagi terhadap rumah sakit yang belum terakreditasi.

Pemprov Kaltara, kata Gubernur, terus mendorong percepatan proses akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di daerah ini. Sosialisasi terkait standar nasional akreditasi dan mutu pelayanan kesehatan di RS juga selalu dilakukan.

Sesuai data di Dinas Kesehatan Kaltara, tercatat hingga Juli 2019 di Kaltara terdapat 13 RS. Rinciannya, 10 RS sudah beroperasi dan 3 RS Pratama belum beroperasi. Dari 10 RS yang beroperasi, 6 di antaranya sudah mendapatkan predikat akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

Tiga rumah sakit di antaranya bahkan sudah berpredikat paripurna. Yaitu RSUD Tarakan milik Pemerintah Provinsi Kaltara, RSUD Malinau an RSUD Nunukan. Kemudian satu rumah sakit, RSUD dr. H Soetmarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan terakreditasi madya.

Lainnya, Rumah Sakit Umum (RSU) Partamedika Kota Tarakan terakreditasi perdana, serta RSU TNI Angkatan Laut (RSAL) Ilyas Kota Tarakan yang terakreditasi perdana.

Sedangkan 3 RS lainnya, yakni RSUD Ahmad Berahim di Kabupaten Tana Tidung, RS Bergerak Langkap di Malinau, dan RSUD Mantri Raga yang telah berubah namanya menjadi RSUD Kota Tarakan sedang dilakukan proses untuk akreditasi.

“Menurut laporan kepala Dinkes (Dinas Kesehatan) Kaltara, dari 10 RSUD di Kaltara yang sudah beroperasi, 6 di antaranya telah terakreditasi. Dan, 3 RSUD dalam proses menunggu untuk dilakukan akreditasi,” kata Gubernur.

Ditegaskan, akreditasi bagi RS sangat penting. Sebab, dengan adanya akreditasi RS mendapatkan pengakuan dari pemerintah karena dinilai berhasil memenuhi standar yang telah ditetapkan didalam pasal 40 Undang-Undang (UU) Nomor 44 Tahun 2019, tentang Rumah Sakit.

Pasal itu memaparkan bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan RS, wajib dilakukan akreditasi secara berkala minimal tiga tahun sekali. Yang dalam penilaiannya, dilakukan oleh KARS atau lembaga independen yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved