Berita Pemkab Kutai Kartanegara

Masa Pemulihan Pasca Banjir Berakhir, Pemkab Kukar Bentuk Tim Jitupasma

Masa pemulihan pasca bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di Kota Raja Tenggarong dan sekitarnya telah berakhir.

Masa Pemulihan Pasca Banjir Berakhir, Pemkab Kukar Bentuk Tim Jitupasma
IRWAN/HUMASKAB KUKAR
Sekda Kukar Sunggono saat memimpin rapat bersama tim penanggulan bencana daerah terkait masa transisi pemulihan pasca banjir. 

TENGGARONG - Masa pemulihan pasca bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di Kota Raja Tenggarong dan sekitarnya telah berakhir.

Melalui rapat bersama tim penanggulangan bencana yang dipimpin Sekda Kutai Kartanegara (Kukar) Sunggono menyepakati sebagai tindaklanjut dalam pencegahan banjir dibentuklah tim yang dinamakan Jitupasma singkatan dari pengkajian kebutuhan pasca bencana.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekda Kukar Sunggono usai memimpin rapat masa pemuluhan pasca bencana dan rehap rekon yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda Kukar, Kantor Bupati, Tenggarong, Jumat (5/7/2019).

“Saya minta tim Jitupasma ini tetap solid, bangun kebersamaan dengan baik dan tidak ada satu pun Organisasi Perangkat Daerah yang unggul dalam penanggulangan bencana melainkan lebih kepada kebersamaan dalam memberikan kenyamanan dan membuat masyarakat senang atas apa yang sudah dilakukan,” katanya.

Menurut Sunggono menuturkan bahwa ia bersama tim lainnya juga mendapat apresiasi dari masyarakat bahwa masyarakat merasa senang, terlindungi dan terayomi.

“Kebersamaan inilah yang harus terus diciptakan sehingga menimbulkan output yang ukurannya adalah masyarakat itu senang dengan kinerja tim penanggulangan bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar Marsidik menyebutkan bahwa saat ini masa transisi atau pemulihan pasca bencana banjir telah berakhir pada Jumat (5/7/2019) pukul 24.00 Wita.

“Berakhirnya masa transisi atau pemulihan tersebut dilanjutkan dengan kegiatan rehap rkonsiliasi yang sifatnya mengajukan kebutuhan yang permanen seperti pembangunan turap, parit, gorong-gorong dan lainnya,” katanya.

Diakui Marsidik, saat bencana banjir sebagai tindak cepat telah dilakukan penanganan yang sifatnya hanya sesaat agar tidak mengganggu aspek sosial ekonomi kemasyarakatan.

“Ya, sekarang ini agar banjir tidak terulang lagi ditempat yang sama, dilakukan program rehap rekon melibatkan semua OPD mulai dari Dinas Pekerjaan Umum Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Sosial dan lainnya tergabung dalam tim Jitupasma menjadi prioritas lanjutan dari status darurat,” katanya.

Ditambahkan Marsidik, kerja dari tim Jitupasma sendiri akan melakukan kegiatan pasca transisi pemulihan dengan melakukan pendataan dan menghitung semua kebutuhan yang menyangkut skala prioritas mendesak dalam penanganan lebih lanjut.

“Dalam waktu dekat, tim Jitupasma akan menghitung semua kebutuhan apa saja yang diperlukan sesuai prioritas yang mendesak untuk dilaporkan ke TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), sehingga skala prioritas yang akan dilaksanakan betul-betul sudah dalam kajian dan tidak terjadi lagi musibah banjir,” jelasnya. (Medsi07)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved