Seperti Sabana, Gulma Penuhi Sungai Jantur; Warga Gotong Royong Menyingkirkannya

Hamparan rumput menyerupai sabana memenuhi Sungai Jantur dengan latar belakang Masjid Jam'iyyatuttaqwa.

Seperti Sabana, Gulma Penuhi Sungai Jantur; Warga Gotong Royong Menyingkirkannya
HO_Pemerintah Desa Jantur Selatan
Hamparan rumput memenuhi Sungai Jantur di Desa Jantur, Kecamatan Muara Muntai, Kukar. Aktivitas warga yang sebagian berprofesi sebagai nelayan menjadi terganggu 

TRIBUNKALTIM. CO, MUARA MUNTAISungai Jantur kerap dijadikan jalur transportasi bagi warga yang tinggal di 3 desa, yakni Desa Jantur, Jantur Selatan, dan Jantur Baru, Kecamatan Muara Muntai.

Warga menggunakan perahu ces untuk menangkap ikan.

Namun dalam 3 hari terakhir ini, aktivitas warga terganggu dengan kehadiran gulma yang terbawa arus dari Danau Jempang.

Hamparan rumput menyerupai sabana memenuhi Sungai Jantur dengan latar belakang Masjid Jam'iyyatuttaqwa.

Hamparan rumput memenuhi Sungai Jantur di Desa Jantur, Kecamatan Muara Muntai, Kukar. Aktivitas warga yang sebagian berprofesi sebagai nelayan menjadi terganggu
Hamparan rumput memenuhi Sungai Jantur di Desa Jantur, Kecamatan Muara Muntai, Kukar. Aktivitas warga yang sebagian berprofesi sebagai nelayan menjadi terganggu (HO Pemerintah Desa Jantur Selatan)

Sepintas hamparan rumput hijau ini tampak sangat indah, namun kehadirannya justru sangat mengganggu aktivitas warga ketiga desa yang mayoritas sebagai nelayan.

Karena perahu ces warga tidak bisa melintas.

Hatta, warga Jantur Selatan sekaligus staf desa, mengatakan hamparan gulma ini memenuhi sungai sejak Minggu (7/7/2019) lalu.

Warga Desa Jantur bergotong-royong menyingkirkan hamparan rumput yang memenuhi sungai Jantur
Warga Desa Jantur bergotong-royong menyingkirkan hamparan rumput yang memenuhi sungai Jantur (HO Pemdes Jantur Selatan)

"Tapi beberapa hari sebelumnya gulma ini sudah ada, cuma lewat saja terbawa arus. Kalau berupa hamparan rumput yang tertahan ini sudah sejak 2 hari lalu, posisinya 200 meter dari wilayah daratan atau hulu masjid kami," ujarnya dihubungi Tribunkaltim. Co, Selasa (9/7/2019).

Beberapa hari ini warga bergotong-royong untuk menyingkirkan gulma ini.

"Kami menggunakan kapal tugboat untuk menghancurkan gulma atau memecahnya menjadi bagian-bagian kecil agar bisa lewat. Gulma ditarik pakai tali seperti menarik kayu, lalu ditancapkan balok kayu untuk penahannya," ujarnya.

Hamparan rumput memenuhi Sungai Jantur di Desa Jantur, Kecamatan Muara Muntai, Kukar. Aktivitas warga yang sebagian berprofesi sebagai nelayan menjadi terganggu
Hamparan rumput memenuhi Sungai Jantur di Desa Jantur, Kecamatan Muara Muntai, Kukar. Aktivitas warga yang sebagian berprofesi sebagai nelayan menjadi terganggu (HO_Pemerintah Desa Jantur Selatan)
Halaman
123
Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved