Awalnya Hanya Terdiam Lalu Menangis saat Diwawancara, Baiq Nuril: Saya Sudah Capek Sekali

Baiq Nuril Maknun megnungkapkan perasaannya dalam menghadapi kasus pelanggaran UU ITE yang saat ini menjeratnya.

Awalnya Hanya Terdiam Lalu Menangis saat Diwawancara, Baiq Nuril: Saya Sudah Capek Sekali
regional.kompas.com
Baiq Nuril terancam hukuman penjara 6 bulan dan denda 500 juta 

TRIBUNKALTIM.CO - Baiq Nuril Maknun ungkapkan perasaannya dalam menghadapi kasus pelanggaran UU ITE yang saat ini menjeratnya.

Perkembangan kasusnya menunjukkan terakhir kali Mahkamah Agung (MA) menolak peninjauan kembali (PK) yang diajukannya.

Penolakan PK tersebut mengakibatkan Baiq Nuril akan tetap dijatuhi hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta.

Dirinya juga mengaharapkan ada keadilan yang bisa diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya, saat pembawa acara menanyainya, ia terdiam tak dapat menjawab dan menangis.

"Saya sudah capek sekali mbak," ujar Baiq Nuril setelah menguasai dirinya.

"Saya berharap Bapak Presiden memberikan keadilan bagi saya, karena sampai sekarang rasa keadilan itu belum ada," ungkapnya sembari menyeka air matanya.

Terdakwa kasus perekaman ilegal, Baiq Nuril mengungkapkan perasaanya terhadap kasus yang menimpanya. (Capture Metro TV)

Tampak ia berulang kali menunduk menahan tangisnya.

"Kenapa rasa keadilan itu belum Anda dapatkan?" tanya pembawa acara.

Menurut Baiq Nuril putusan MA terhadap PK yang diajukan jauh dari kata keadilan.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved