Mobil Jarang Dipakai, Harus Hati-hati Karena Malah Cepat Rusak

Ternyata mobil yang jarang digunakan atau hanya disimpan di garasi, justru memiliki potensi kerusakan yang besar

Mobil Jarang Dipakai, Harus Hati-hati Karena Malah Cepat Rusak
Tribunnews
Ilustrasi mobil 

TRIBUNKALTIM.CO,Mungkin sebagian pemilik kendaraan khususnya mobil berangkapan bahwa, kendaraan yang jarang dipakai atau digunakan akan lebih awet. Anggapan itu harus dibuang jauh-jauh

Ternyata mobil yang jarang digunakan atau hanya disimpan di garasi, justru memiliki potensi kerusakan yang besar  dibandingkan kendaraan yang sering digunakan.

Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso, Suparman mengatakan, mobil dipakai atau tidak maka perawatan harus tetap sama. Misalnya, bila selama enam bulan tak digunakan namun jadwal oli maka harus tetap diganti.

“Resiko mobil yang jarang digunakan  itu lebih banyak rusaknya ketimbang sering digunakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa komponen pada mobil yang bisa rusak akibat jarang digunakan. Pertama masalah aki, lantaran tidak adaknya siklus arus listrik untuk pengisian ulang, lama-lama aki busi melemah dan tak bisa berfungsi lagi.

Dampaknya saat pemilik akan menggunakan mobil, maka suplai aki tak lagi berguna memberikan listrik untuk proses starter.

Montir di bengkel GTS, kawasan Gunung Sari, Balikapapan memasang Hurricane XCS7 yang disambungkan ke aki mobil.
Montir di bengkel GTS, kawasan Gunung Sari, Balikapapan memasang Hurricane XCS7 yang disambungkan ke aki mobil. (Tribun Kaltim/Nalendro Priambodo)

Kerusakan kedua yang sering terjadi adalah pada sektor kaki-kaki, terutama ban. Akibat terlalu lama diam, membuat tekanan udara di dalam ban bisa berkurang hingga akhirnya mengempis.

Bahkan besar kemungkinan juga bisa menyerang bearing roda karena beban hanya terjadi dalam satu titik saja, tidak ada rotasi atau pergantian tumpuan pada permukaan ban. 

"Untuk aki sebenarnya sama saja meski dilepas sekalipun, harusnya bila mobil jarang dipakai itu minimal dipanaskan dua hari sekali agar ada suplai listrik baru.

Subscribe Official YouTube Channel:

Halaman
12
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved