Pelaku Mengaku Tidak Tahu, Dua Kotak Besar yang Dibawa Berisi Telur Penyu

"Saya memang biasa antar-antar barang, kalau ada orang nitip saya bawa saja, saya tidak berani bongkar-bongkar barang orang"

Pelaku Mengaku Tidak Tahu, Dua Kotak Besar yang Dibawa Berisi Telur Penyu
Tribunkaltim.co, Geafry Necolsen
Aparat kepolisian saat memeriksa dua buah kotak sterofom menemukan ratusan butir telur penyu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Polres Berau telah mengamankan satu orang yang diduga hendak menyelundupkan ratusan butir telur penyu.

Pelaku berinisial KB (30), hingga Rabu (10/7/2019) masih berada di Mapolres Berau untuk dimintai keterangan. Kepada penyidik, KB mengaku tidak tahu, jika dua kotak besar yang dibawanya berisi telur penyu.

KB mengaku hanya diminta untuk mengantar barang pesanan. "Saya hanya diminta bawa mobil pelan-pelan saja, karena katanya isinya telur. Tapi saya tidak tahu kalau isinya telur penyu. Saya hanya mengira telur ayam atau yang sejenisnya," ungkap KB.

Menurutnya, kotak yang terbuat dari sterofom itu ditutup rapat. "Saya memang biasa antar-antar barang, kalau ada orang nitip saya bawa saja, saya tidak berani bongkar-bongkar barang orang," ujarnya.

KB menambahkan, dia kerap mendapat pesanan dari masyarakat di Bulungan untuk mengantarkan barang ke Samarinda. Dan baru kali ini dia mengetahui, jika ada barang bawaannya yang dilarang diperjualbelikan atau dikonsumsi.

"Seandainya saya tahu isinya telur penyu, saya tidak berani bawa," imbuhnya.

KB merasa dirinya tak bersalah, karena tidak mengetahui isi barang bawaannya. Namun dirinya juga mengaku menyesal, lantaran tidak memeriksa barang terlebih dahulu.

"Sudah pasti sangat menyesal. Saya tidak tahu harus bagaimana, istri saya jauh,” tandasnya.

Diberitalan sebelumnya, jajaran Satreskrim Polres Berau mengamankan ratusan butir telur penyu di kawasan Maluang, Kecamatan Gunung Tabur. Ratusan butir telur penyu tersebut menurut KB dibawa dari Bulungan, Kalimantan Utara (bukan dari Berau seperti yang diberitakan sebelumnya).

Rencananya telur-telur tersebut hendak dibawa ke Kota Samarinda, ibu kota Kalimantan Timur. KB mengaku hanya diupah Rp 200 ribu untuk mengantarkan telur penyu itu. Namun KB mengaku belum mendapat bayaran atas 'jasanya' tersebut.

Halaman
123
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved