Berita Pemkab Penajam Paser Utara

RSUD Akan Dilengkapi Unit Transfusi Darah, Hamdam: Pasien Tak Perlu Lagi ke Balikpapan

Wakil Bupati PPU, Hamdam telah membahas itu bersama Direktur RSUD Jansje Grace Makisurat dan sejumlah jajaran RSUD ini.

RSUD Akan Dilengkapi Unit Transfusi Darah, Hamdam: Pasien Tak Perlu Lagi ke Balikpapan
HUMASKAB PPU
Wakil Bupati PPU, Hamdam meninjau dan membahas pertemuan terkait pengadaan dan pembentukan Unit Transfusi Daerah di RSUD Ratu Aji Putri Botung, Kilometer 09 Nipah-nipah, Selasa, (9/7/2019). 

PENAJAM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dalam waktu dekat akan dilengkapi dengan pelayanan Unit Transfusi Darah (UTD).

Hal ini disampaikan dalam pertemuan terkait pembentukan UTD ini yang digelar di RSUD Ratu Aji Putri Botung Kilometer 09 Nipah-nipah, Selasa, (9/7/2019).

Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Bupati PPU, Hamdam, Direktur RSUD Jansje Grace Makisurat dan sejumlah jajaran RSUD ini.

“ Alhamdulillah kami sangat bersyukur dengan adanya fasilitas UTD ini nanti di RSUD Ratu Aji Putri Botung PPU. Tentu manfaat itu akan kita rasakan bersama seluruh masyarakat PPU,” ujar Hamdam.

Ia berharap sebelum terbentuknya UTD tersebut, pihak RSUD agar benar-benar mempersiapkan apa yang dibutuhkan, termasuk fasilitas yang dibutuhkan dan SDM yang menangani pelayanan ini di RSUD ini.

“Ini telah menjadi bagian dari komitmen kami Pemkab PPU bersama Direktur RSUD dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten PPU yang membutuhkan. Semoga UTD ini segera berfungsi di RSUD PPU ini,“ harap Hamdam.

Sementara itu, Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung Jansje Grace Makisurat mengatakan, bahwa salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk pembentukan UTD ini adalah harus memiliki rekomendasi.

Namun sebelum memperoleh rekomendasi tersebut lanjut dia, pihaknya harus divisitasi oleh tim yang terdiri dari Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Balai POM Provinsi Kaltim, PMI Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten PPU.

“Tim inilah nantinya yang akan menilai apakan UTD tersebut telah memenuhi standar UTD. Jika sudah memenuhi standar yang ditentukan kemudian keluarlah rekomendasi tersebut. Setelah itu tahapan selanjutnya kami akan mengajukan izin operasional UTD ini ke Dinas Perizinan Kabupaten PPU, kemudian baru bisa melakukan pelayanan kepada masyarakat, “jelasnya.

Ia menjelaskan, pelayanan UTD ini nanti juga akan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan darah, terlebih jika stok darah sedang kosong pasien bisa langsung mencari pendonor yang tepat, sehingga darah yang masih segar dapat digunakan dengan segera.

Ia menambahkan, selama ini proses untuk memperoleh kebutuhan darah bagi pasien cukup panjang. Kebanyakan keluarga pasien harus ke Balikpapan untuk mencari kebutuhan darah di PMI atau pendonor lainnya. Kondisi ini tentu sangat berisiko bagi pasien yang memang membutuhkan darah segera.

“Dengan adanya UTD ini natinya alur panjang untuk memperoleh kebutuhan darah itu dapat terpangkas di RSUD kita. Fasilitas dan SDM kami yang dibutuhkan telah tersedia, diharapkan dalam waktu dekat pelayanan ini dapat berjalan,” harapnya.

“Kami juga berharap dukungan dan suport seluruh masyarakat Kabupaten PPU, karena fasilitas UTD ini semata-mata hanya untuk kepentingan masyarakat Kabupaten PPU yang memang sangat membutuhkannya,” harapnya. (Advertorial/Humas6/Kominfo)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved