Aksi Cepat Tanggap

Setiap Harinya, ACT Berikan Bantuan Ribuan Liter Air Bersih di Tengah Kekeringan

Kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia kini merambah hingga Pulau Bali

Setiap Harinya, ACT Berikan Bantuan Ribuan Liter Air Bersih di Tengah Kekeringan
HO - ACT
Tim ACT saat mendistribusikan ribuan liter Air Bersih untuk warga terdampak kekeringan di Karangasem, Bali 

TRIBUNKALTIM.CO, INDONESIA – Kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia kini merambah hingga Pulau Bali, khususnya Kabupaten Karangasem tempat Gunung Agung kokoh berdiri.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika pada Kamis (27/6) lalu merilis bahwa Pulau Bali diberikan warna merah sebagai tanda “awas” curah hujan sangat rendah (Hari Tanpa Hujan). Merespon kondisi yang ada, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mulai mendistribusikan air bersih ke Kecamatan Rendang, tepatnya di Desa Menanga dan Banjar Belatung. Sebanyak 5 ribu liter air perharinya untuk mencukupi kebutuhan air ratusan kepala keluarga.

Dalam sepekan ini, ACT akan mendistribusikan air di wilayah Karangasem lainnya. Rahman selaku Ketua MRI Karangasem mengatakan, air akan dikirimkan pula ke wilayah yang terdampak kekeringan, seperti di Banjar Batusesah.

Tim ACT-MRI saat mendistribusikan Ribuan Liter Air Bersih di Tasikmalaya
Tim ACT-MRI saat mendistribusikan Ribuan Liter Air Bersih di Tasikmalaya (HO - ACT)

“Kalau warga enggak mendapat bantuan air, warga harus membeli untuk kebutuhan konsumsi, kebersihan dan pertanian. Harganya 150 ribu rupiah per 4 ribu liter.

Kalau terus membeli air, itu akan memakan biaya besar. Apalagi kemarau berlangsung panjang. Alhamdulillah di Menanga, ACT menjadi yang pertama kali mendistribusikan air bersih. Sebelumnya belum pernah ada,”

Sama halnya dengan Pulau Bali, BMKG juga merilis status “Awas” kekeringan pada wilayah Jawa Barat. Pemberian status ini dilakukan setelah terjadi hari tanpa hujan lebih dari 61 hari, yakni di antaranya Sukabumi, Indramayu dan Purwakarta yang menjadi daerah terparah yang terdampak kekeringan di tahun 2019 ini.

5 PELATIH PERSIB yang Memilih Mundur Setelah Mengalami Rentetan Hasil Negatif

KRZYSZTOF PIATEK Pakai Nomor Punggng Terkutuk di AC Milan

Kisah Nenek Tiwa, Wanita Berusia 102 Tahun Pergi Haji Hanya Didampingi Minyak Oles Setianya

Sebagai bentuk kepedulian atas bencana kekeringan di Jawa Barat, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama MRI ACT akan mendistribusikan hingga 25.000 liter air bersih per hari untuk membantu warga di beberapa kabupaten/kota yang terdampak kekeringan. Di Sukabumi misalnya, terdapat 11 kecamatan yang sudah mengalami kekeringan.

“Alhamdulillah, ACT menjadi lembaga yang pertama kali datang dan mendistribusikan air bersih untuk warga di wilayah Tasikmalaya. Misalnya, di Desa Singkup yang merupakan daerah terparah terkena dampak kekeringan, kami mengirim 5.000 liter air bersih,” Ungkap Irfan selaku Ketua MRI Tasikmalaya.

Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved