Jadi Fenomena Gunung Es, Korban Asusila Memilih Bungkam Karena Ancaman Pelaku

Kasus asusila melibatkan anak di bawah umur sudah menjadi fenomena gunung es di Kota Bontang. Kebanyakan kasus terungkap setelah belangsung lama.

Jadi Fenomena Gunung Es,  Korban Asusila Memilih Bungkam Karena Ancaman Pelaku
TribunKaltim.Co/Ichwal Setiawan
FENOMENA GUNUNG ES — Kanit PPA Polres Bontang, Bripka Norasie mengatakan rata-rata kasus asusila melibatkan anak di bawah umur baru terungkap setelah terjadi dalam waktu lama. Ia mengatakan kasus asusila di lapangan seperti gunung es hanya muncul sedikit di permukaan tapi besar di bawah permukaan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Kasus asusila melibatkan anak di bawah umur sudah menjadi  fenomena gunung es di Kota Bontang. Kebanyakan kasus terungkap setelah belangsung dalam tempo lama.

Diyakini perbuatan asusila ini hanya sebagian kecil yang terungkap. Banyak kasus ditutup rapat lantaran alasan aib atau takut ancaman pelaku.

Korban asusila memilih bungkam lantaran khawatir dengan ancaman dari pelaku. Modus ancaman beraneka, mulai dari membunuh orang tua, menyetop biaya sekolah hingga kasus baru-baru ini menyita ponsel milik korban.

Dari data Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bontang kasus asusila anak di bawah umur sudah terjadi sebanyak 16 kasus kurun 1,5 tahun belakangan.

Kebanyakan pelaku merupakan orang terdekat korban, mulai dari keluarga hingga pacar korban.

“Untuk 2018 ada 10 kasus, tahun ini per Juli sudah ada 6 kasus,” ujar Kanit PPA Polres, Bripka Norasie kepada tribun saat ditemui di ruangan kerjanya, Kamis (11/7/2019).

Norasie mengatakan kasus asusila di bawah umur rata-rata terungkap setelah berlangsung cukup lama. Para korban memilih bungkam, lantaran intimidasi dari pelaku.

Para anak usia belia ini terperdaya dengan ancaman pelaku yang kebanyakan berusia jauh di atas mereka. “Kalau melihat mayoritas pelaku ini berusia rentan 40-50 tahun,” ujarnya.

Menurutnya, kasus asusila di Bontang ini lebih dari yang berhasil terungkap. Kasus ini menjadi aib bagi korban maupun keluarga. Semisal, kasus baru-baru ini terjadi. Ibu si korban baru berani melaporkan perbuatan asusila suami kepada anaknya setelah mengendap 2 bulan.

Kasus asusila yang dilakukan ayah tiri korban, sejatinya sudah diketahui sang ibu sejak Maret. Hanya saja, aksi ini baru dilaporkan Juni setelah berkonsultasi dengan adik pelaku.

Halaman
12
Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Samir Paturusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved