Jumlah Pendaftar PBDB Membludak, SD 011 Samarinda Kekurangan Ruang Kelas

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda telah selesai melaksanakan pendaftaran PBDB 2019 dengan sistem jalur zonasi

Jumlah Pendaftar PBDB  Membludak, SD 011 Samarinda Kekurangan Ruang Kelas
TribunKaltim.CO/Cahyo Wicaksono Putro
Suasana Pengenalan Lingkungan Sekolah di Sekolah Dasar O11, yang berada di Jl. Grilya Dalam, Kelurahan Mugerejo, Kecamatan Sungai Pinang Dalam, Kamis (11/7/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda telah selesai melaksanakan pendaftaran PBDB 2019 dengan sistem jalur zonasi.

Tujuannya. agar calon siswa baru tidak perlu mendaftaran di sekolah yang lokasinya jauh dari ruang lingkup zonasinya, namun ternyata masih ada sekolah yang tak dapat menampung banyak siswa sesuai dengan jalur zonasi yang ditentukan.

Meski  mendapat banyak peminat dari peserta pendaftar PBDB 2019 baik di tingkat sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP), nyatanya jumlah siswa melebihi daya tampung yang diterima.

Kepala Sekolah Dasar O11 yang berada di Jalan. Grilya Dalam, Kelurahan Mugerejo, Kecamatan Sungai Pinang Dalam, Siti Salmah menyebutkan, berdasarkan data calon pendaftar, terdapat 100 lebih peserta sesuai zonasi. Sedangkan sekolah mereka hanya dapat menerima 46 calon siswa di tahun ini.

“Jadi total siswa yang kami terima sekitar 46 murid, saja sesuai dengan daya tampung sekolah, sedangkan yang mendaftar ada 100 lebih peserta” kata dia, Kamis (11/7/2019).

Dirinya menyebutkan, di lokasi zonasi wilayah tersebut, hanya terdapat satu SD yang hanya dapat menampung siswa sekitar 280 siswa dari 4 ruangan kelas yang ada.

Bahkan itupun harus memaksakan kondisi kelebihan siswa, dengan menggabungkan beberapa kelas yang seharusnya terpisah, dan juga pembagian jam sekolah untuk jam pelajaran pagi dan siang.

“Ada sekitar 280 siswa yang tertampung, jika melihat perbandingan jumlah siswa yang lulus tahun ini, ada beberapa siswa yang tidak naik juga tidak lulus, maka mereka harus tinggal kelas.

Dengan demikian , maka  siswa tidak seluruhnya keluar untuk melanjutkan ke jenjang  yang lebih tinggi. Sedangkan peserta pendaftar membludak, jadi kita berinisiatif untuk melakukan pembagian jam belajar di pagi dan siang, ada juga beberapa kelas yang terpaksa kita gabungkan untuk menutupi kekurabgan tersebut,” terangnya.

mengakui permasalahan daya tampung menjadi kendala pertama dalam proses penerimaan siswa baru. Meskipun begitu, pihaknya berusaha melaporkan kekurangan tersebut kepada Disdik Samarinda, agar mendapatkan solusi dari permasalahan ini.

Halaman
123
Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved