Kemenpar Target Cetak 2.000 Desa Wisata, Desa Mentawir, PPU Berpeluang Jadi Desa Wisata

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI melalui program pendampingan memfasilitasi pelatihan masyarakat desa untuk pengembangan desa wisata

Kemenpar Target Cetak 2.000 Desa Wisata, Desa Mentawir, PPU Berpeluang Jadi Desa Wisata
IST/HUMAS
PELATIHAN - Kementerian Pariwisata RI bersama Politeknik Negeri Balikpapan memfasilitasi pelatihan masyarakat desa untuk pengembangan desa wisata di Desa Mentawir, Penajam Paser Utara, Selasa (9/7) kemarin. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI melalui program pendampingan memfasilitasi pelatihan masyarakat desa untuk pengembangan desa wisata di Desa Mentawir, Penajam Paser Utara (PPU), Selasa (9/7) kemarin.

Kegiatan ini dihadiri Kabid Pengembangan Masyarakat Pariwisata, Kemenpar Ambar Rukmi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten PPU Tita Deritayati, perwakilan Direktur Politeknik Negeri Balikpapan Syaiful Ghozi,MPd, dan Yogiana Mulyani MMPar, dosen Politeknik Negeri Balikpapan yang juga ketua pelatihan.

Saat menyampaikan materi, Ambar Rukmi menyampaikan bahwa Kemenpar memiliki target mencetak 2000 desa wisata.

Kegiatan ini salah satu yang akan menunjang terwujudnya target tersebut. Ia optimistis Desa Mentawir harus bisa menjadi Desa Wisata karena akan memberikan banyak manfaat kepada masyarakat.

Mahasiswa UNTRI Balikpapan melakukan aksi bersih-bersih lingkungan di desa wisata Gunung Binjai Kelurahan Tritip, Balikpapan Timur, Minggu (23/10/2016).
Mahasiswa UNTRI Balikpapan melakukan aksi bersih-bersih lingkungan di desa wisata Gunung Binjai Kelurahan Tritip, Balikpapan Timur, Minggu (23/10/2016). (tribunkaltim.co/muhammad fachri ramadhan)

Beberapa di antaranya adalah proud atau kebanggaan memiliki desa wisata dimana akan banyak turis yang datang serta dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar pula.

Perlu diketahui bahwa Desa Mentawir merupakan desa yang memiliki potensi hutan bakau yang indah dan dapat ditempuh melalui jalan darat kurang lebih 2 jam dari Kota Balikpapan.

Atau bisa juga memanfaatkan ecotourism dengan menyeberang dari Teluk Balikpapan selama 45 menit menggunakan speedboat.

"Selain menikmati pesona hutan bakau dan keanekaragaman hayatinya, warga sekitar juga mengembangkan industri kreatif rumah tangga berupa pembuatan sirup dari buah pidada atau buah mangrove yang memiliki potensi daya jual tinggi," ujarnya.

Lamale, selaku Ketua Pokdarwis Desa Mentawir berterima kasih kepada Kemenpar dan berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak terhadap potensi wisata dan pengembangan produk-produk karya industri kreatif warga sekitar.

Diharapkan, produk karya warga bisa dipasarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata ini.

Halaman
12
Penulis: Zainul
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved