Meski Bahagia Berangkat Haji, Nenek 80 Tahun Tak Bisa Menahan Tangis saat Ingat Almarhum Suami

Wa Sego, nenek yang berusia sekitar 88 tahun ini, menangis terharu, karena waktu yang dinantikan untuk berangkat haji, akhirnya terwujud.

Meski Bahagia Berangkat Haji, Nenek 80 Tahun Tak Bisa Menahan Tangis saat Ingat Almarhum Suami
(DEFRIATNO NEKE)
Nenek Wa Sego (kiri), menangis terharu karena selama 30 tahun yang dinanti-nantikan untuk berangkat haji akhirnya terwujud. 

TRIBUNKALTIM.CO - Tangis haru Wa Sego tak terbendung saat menerima koper haji di kebunnya di Desa Lamaninggara, Kecamatan Siompu Barat, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, Rabu (10/7/2019) siang.    

Nenek yang berusia sekitar 88 tahun ini, menangis terharu, karena waktu yang dinantikan untuk berangkat haji, akhirnya terwujud.

Apalagi, Wa Sego telah menabung selama 30 tahun.

Putri Wa Sego, Faazila mengatakan, Ibunya tidak bisa berbahasa Indonesia dan hanya menggunakan bahasa daerah dalam kesehariannya.

Menurut Faazila, niat untuk berangkat haji sangat kuat dari kedua orangtuanya, meski hanya bekerja sebagai petani.

Faazila mengatakan, kedua orangtuanya pandai menghemat dan bisa menyisihkan uang dari jualan hasil kebun. 

“Kadang kalau ubinya ada hasil, sebagian disisihkan sebagian untuk digunakan.  Jadi ibu saya menyimpannya di dalam karung jagung di atas loteng rumah,” kata Faazila.

Menurut Faazila, jika uang simpannya di rumah sudah mencapai satu juta, nenek Wa Sego akan menyuruh seorang anaknya untuk menyimpan uang di bank. 

Pada 2014, uang simpanan Wa Sego sudah mencapai Rp 51 juta.

Wa Sego kemudian datang mendaftarkan haji di Kantor Kementrian Agama Buton Selatan bersama suaminya. 

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved