Kebohongan Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet, Eks Timses Prabowo Divonis 2 Tahun Penjara, Ibu Atiqah Hasiholan Ini tak Menangis

Ratna Sarumpaet, Eks Timses Prabowo Divonis 2 Tahun Penjara, Ibu Atiqah Hasiholan Ini tak Menangis

TRIBUNKALTIM.CO - Ratna Sarumpaet, Eks Timses Prabowo Divonis 2 Tahun Penjara, Ibu Atiqah Hasiholan Ini tak Menangis

Mantan timses Prabowo Subianto, Ratna Sarumpaet akhirnya divonis dua tahun penjara atas kasus penyebaran berita bohong yang menjeratnya. Ibunda Atiqah Hasiholan itu langsung memeluk anaknya seusai Majelis Hakim membacakan vonis.

Ratna Sarumpaet yang pernah menjadi timses Prabowo Subianto dinyatakan terbukti bersalah, sesuai Pasal 14 ayat (1) Undang Undang nomor 1 tahun 1947 karena berita bohong yang dia buat menimbulkan keonaran. Ibunda Atiqah Hasiholan mengenakan baju putih saat menghadiri sidang pembacaan vonis dirinya.

//

Dalam persidangan Ratna Sarumpaet tersebut, Atiqah Hasiholan turut hadir. Ratna Sarumpaet menyebarkan berita bohong saat dirinya masih tergabung dalam timses Prabowo Subianto.

"Menyatakan terdakwa Ratna Sarumpaet telah terbukti secara sah bersalah menyebar pemberitaan bohong. Menjatuhkan terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun," kata Majelis Hakim Joni saat membacakan vonis di pengadilan negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2019).

Terdakwa penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet (kanan) mencium tangan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais (kiri) dalam sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (4/4/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan empat orang saksi salah satunya Amien Rais.
Terdakwa penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet (kanan) mencium tangan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais (kiri) dalam sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (4/4/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan empat orang saksi salah satunya Amien Rais. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Hukuman Hakim ini, lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakin enam tahun penjara.

Ratna Sarumpaet dijerat dengan 2 pasal, pertama Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana karena diduga dengan sengaja menimbulkan keonaran.

Kedua, Pasal 28 ayat 2 UU ITE.

Sempat Berharap Bebas

Halaman
1234
Editor: Syaiful Syafar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved