Soal Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara, Aji Sofyan: Kaltim Kok Adem Ayem Aja

Pakar Ekonomi Kaltim Aji Sofyan Effendi akan menggelar seminar nasional membahas rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Kalimantan.

Soal Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara, Aji Sofyan: Kaltim Kok Adem Ayem Aja
TribunKaltim.Co/Fachmi Rachman
DISKUSI SKK MIGAS - kepala SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi menyaksikan dua pembicara yaitu Kepala Perwakilan BI Kota Balikpapan, Bimo Epyanto dan Dosen Fakultas Ekonomi Unmul Aji Sofyan Effendi memberikan pemaparan di depan peserta diskusi Kontribusi Kegiatan Usaha Hulu Migas sebagai Penggerak Perekonomian Pengembangan Industri di Daerah di Hotel Grand Jatra Balikpapan, Kamis (11/7). Diskusi ini dilaksanakan untuk memberikan informasi mengenai peran sektor hulu migas bagi pengembangan industri lokal di wilayah Kaltim 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pakar Ekonomi Kaltim Aji Sofyan Effendi akan menggelar seminar nasional membahas rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Kalimantan.

Seminar Nasional tersebut diadakan tanggal 27 Juli 2019, di Lamin Etam Samarinda, Kamis (11/7/2019).

Aji Sofyan Effendi menjelaskan, dari beberapa kesemapatan mungkin di media cetak atau online, memang sering membahas mengenai pemindahan ibu kota negara.

Salah satu usaha sebagai wilayah yang akan menjadi lokasi pemindahan ibu kota negara.

"Saya berfikir bahwa ini sebuah hal yang patut untuk diperjuangkan, karena yang namanya pemindahan ibu kota negara itu bukan hanya sekedar program dari Pemerintah Pusat saja, namun kemampuan untuk diperjuangan," kata pria yang juga dosen di Universitas Mulawarman ini.

Aji Sofyan Effendi memberkan, walau lokasi belum diputuskan. Tapi kalau dilihat mengerucut di Kalimantan. "Memang benar mengerucut pada Kalimantan, tinggal pemilihan lokasinya saja," kata Aji .

Disampaikan Aji Sofyan bahwa, Kalimantan itu ada dua lokasi, yakni Kaltim dan Kalteng, sehingga harus diperhatikan bahwa Kaltim punya pesaing.

"Kenapa demikian, karena ada pesaing kita, pesaing kita sangat masif. Di mana pemerintah dan semuanya langsung membentuk tim. Gubernurnya turun tangan, akademisi kompak, pupati dan walikota kompak, ormas mendukung, luar biasa mereka," katanya.

"Namun, kita justru sebaliknya karena merasa konfiden, merasa percaya diri. Sebenarnya tidak juga, karena ini perjuangan, kita dulu berjuang untuk mendapatkan dana bagi hasil (DBH) Migas sampai ke MK dan membawa elemen masyarakat sampai ribuan orang. Padahal yang diperjuangkan hanya kecil,," lanjut Aji Sofyan pada acara Diskusi Migas di Hotel Jatra Balikpapan.

Dia pun membandingkan nilai dana bagi hasil migas yang dengan pemindahan ibu kota negara.

Halaman
123
Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved