Berusia Lebih 15 Tahun Masuk SMP, Istimurni Sempat Ikut Pengenalan Sekolah Lalu Dikeluarkan

Anak itu sudah sempat itu mengikuti pengenalan lingkungan sekolah. Tetapi harus keluar lagi karena umurnya lebih dari 15 tahun

Berusia Lebih 15 Tahun Masuk SMP, Istimurni Sempat Ikut Pengenalan Sekolah Lalu Dikeluarkan
TribunKaltim.CO/Muhammad Arfan
Anshari Salam, warga Tanjung Selor memperlihatkan berkas permohonan perubahan biodata Istimurni, Kamis (11/7/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) 004 Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan harus mengubur mimpi untuk melanjutkan jenjang pendidikannya ke tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ialah Istimurni Tahumil, anak dari pasangan Ajrah Tahumil dan almarhumah Siti Hadijah Madea yang mengalami nasib demikian.

Istimurni gagal mengikuti proses belajar mengajar di SMP 02 Tanjung Palas Timur lantaran harus terdepak keluar.

"Anak itu sudah sempat itu mengikuti pengenalan lingkungan sekolah. Tetapi harus keluar lagi karena umurnya lebih dari 15 tahun," kata Anshari Salam, salah seorang warga yang merasa prihatin atas kenyataan yang dialami Istimurni.

Anshari Salam sendiri sudah beberapa kali berkomunikasi dengan orangtua dan kerabat Istimurni perihal kendala yang dialami calon siswa tersebut.

Istimurni lahir pada 12 April 2004 sehingga sudah mencapai umur 15 tahun pada 12 April 2019 kemarin. Lalu persyaratan batas umur kelas 7 atau SMP maksimal 15 tahun pada tanggal 1 Juli 2019, sehingga Istimurni sudah berumur 15 tahun 2 bulan.

Pihak SMP 04 sebelumnya memberi waktu kurang lebih 15 hari kepada orangtua Istimurni untuk mengurus administrasi kependudukan yang baru agar bisa diterima.

"Akhirnya orangtuanya mengajukan permohonan perubahan biodata di Pengadilan sesuai arahan Disdukcapil. Namanya orangtua, bagaimana agar anaknya bisa masuk sekolah formal," sebutnya.

Namun permohonan perubahan tahun kelahiran ditolak dengan beberapa pertimbangan hakim.

"Akhirnya jangka waktu yang diberi 20 hari tadi, itu sudah lewat. Akhirnya si anak tidak bjsa diikutkan menjadi peserta didik. Sekarang sudah menganggur," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved