Tiga Kecamatan Pamer Inovasi Desa, bisa Bawa Kemandirian Desa

Tiga kecamatan pesisir di wilayah Kukar, yakni Anggana, Muara Badak dan Marang Kayu memamerkan produk inovasi desa lewat kegiatan Bursa Inovasi Desa

Tiga Kecamatan Pamer Inovasi Desa, bisa Bawa Kemandirian Desa
TribunKaltim.CO/Rahmat Taufik
Salah satu inovasi dari Desa Anggana, Kecamatan Anggana, ikut dipamerkan dalam Bursa Inovasi Desa, Kamis (11/7/2019) berupa kerajinan batok kelapa milik Warno 

TRIBUNKALTIM. CO, ANGGANA - Tiga kecamatan pesisir di wilayah Kukar, yakni Anggana, Muara Badak dan Marang Kayu memamerkan produk inovasi desa lewat kegiatan Bursa Inovasi Desa yang digelar di Aula Serbaguna KPJ Playland, Kecamatan Anggana, Kamis (11/7/2019).

Acara dibuka langsung Asisten I Setkab yang merangkap Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kukar, Akhmad Taufik Hidayat.

Taufik mengatakan, sumber dana yang diperoleh, khususnya untuk warga desa melalui Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), bisa dimanfaatkan dengan baik yang pada akhirnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Bursa Inovasi Desa meliputi kegiatan bidang kewirausahaan, infrastruk dan sumber daya manusia. "Tiga bidang kegiatan ini bisa didukung oleh anggaran yang ada di desa tapi manakala porsinya besar maka Pemda ikut intervensi di dalamnya," kata Taufik.

Ia menambahkan, desa juga mendapatkan stimulan dari pendamping mulai dari kabupaten, kecamatan hingga desa. Sehingga ia berharap ke depan masyarakat bisa tumbuh secara mandiri.

"Pendamping yang dimaksud ini tidak hanya dari luar tapi dari internal desa itu sendiri, ini yang paling penting supaya hal itu bisa memberikan kemandirian bagi masyarakat di desa itu," ujarnya.

Terpisah Camat Anggana Norhairi mengatakan, 8 desa di Anggana menampilkan inovasi mereka dalam Bursa Inovasi Desa kali ini.

"Beberapa inovasi desa yang ditampilkan kali ini, yakni kawasan mangrove di Desa Tani Baru yang dulu gersang, saat ini sekolah di sana kelihatan ada mangrove yang ditanami anak didik kita, kawasan ini jadi destinasi wisata baru," kata Norhairi.

Selain itu, lanjutnya, Desa Kutai Lama yang dikenal dengan dermaga. "Tadinya kawasan dermaga ini kosong, ada perusahaan yang membantu untuk membangun kios-kios lewat program CSR. Kini kios-kios ini menjadi pusat kuliner," tuturnya.

Ia berharap, inovasi desa diwujudkan melalui penganggaran di desa. "Saya berharap kades betul-betul memanfaatkan ini karena sesuai keinginan nawa cita Presiden Jokowi,

Halaman
12
Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved