Ajak Rembuk Daerah, Mahasiswa Untag Samarinda Nilai Pemprov Kaltim Kurang Tanggap

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda memberikan kritik sosial, kepada Pemerintah Provinsi Kaltim karena dinilai kurang tangg

Ajak Rembuk Daerah, Mahasiswa Untag Samarinda Nilai Pemprov Kaltim Kurang Tanggap
TribunKaltim.CO/Cahyo Wicaksono Putro
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda ajukan kritik sosial, soal pemerintah provinsi yang kurang cepat tanggap, tangani permasalahan yang ada d Kalimantan Timur.ajukan kritik sosial, soal pemerintah provinsi yang kurang cepat tanggap, tangani permasalahan yang ada d Kalimantan Timur. Mereka mengajak Pemprov Kaltim menggelar rembuk daerah 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda memberikan kritik sosial, kepada Pemerintah Provinsi Kaltim karena dinilai kurang cepat tanggap, dalam  menangani permasalahan di Kaltim.

Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Samarinda, Sayid Ferhat Hasyim mengatakan, rencana untuk mengajak Pemprov Kaltim dalam kegiatan rembuk daerah, sebagai bentuk penyampaian aspirasi terhadap kondisi sosial masyarakat di Kalimantan Timur.

Pihaknya menilai, dari sejumlah permasalahan yang ada di Kaltim saat ini yang semakin meluas, dan Pemprov dianggap tidak dapat cepat tanggap dalam menyelesaikan polemik itu.

“Tujuan kami ialah untuk menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Provinsi Kaltim, agar untuk segera menuntaskan problematika sosial yang terjadi di masyarakat karena menyangkut beberapa aspek,” ungkapnya usai melaksanakan rapat koordinasi mahasiswa, di Kampus Untag Samarinda, Jalan  Juanda, Jumat (12/7/2019).

Ia menyampaikan, bahwa diskusi ini untuk kembali membangun fungsi mahasiswa sebagai perantara dari masyarakat, dan pemerintah juga sebagai sarana untuk merumuskan kembali solusi dalam melihat berbagai persoalan dari beberapa aspek yang ada di Kalimantan Timur.

"Salah satunya mengenai dunia pendidikan, dengan kondisi sarana dan prasarana yang kurang memadai dalam dunia pendidikan seperti fasilitas perpustakaan daerah yang kondisinya sangat ironis,

kami mendorong Dinas Pendidikan agar segera menyelesaikan permasalahan ini dan akan kami sampaikan semua aspirasi kami dalam rembuk daerah nanti,” tambahnya.

Sayid menerangkan, beberapa aspek yang dibahas hari ini, ialah untuk selanjutnya direkomendasikan kepada pemerintah untuk ditindak lanjuti secara matang dan konkrit.

“Dalam agenda ini, kami membahas banyak hal seperti isu pendidikan, hukum dan HAM, sosial masyarakat, lingkungan dan berbagai aspek lain yang menjadi permasalahan utama di Kalimantan Timur.

Kita tekankan di sini jika mahasiswa sudah berkumpul dalam satu agenda rembuk seperti ini berarti ada berbagai permasalahan yang tidak dapat dijawab dan ditindaklanjuti secara nyata oleh pemerintah hari ini,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved