BPJS KESEHATAN

BPJS Kesehatan Beri Penghargaan kepada KPC

Sementara itu, Khudori mengungkapkan apa yang diberikan BPJS Kesehatan merupakan bentuk apresiasi bagi timnya.

BPJS Kesehatan Beri Penghargaan kepada KPC
TRIBUN KALTIM / ANGIE
PERTEMUAN MITRA - Pertemuan antara manajemen PT KPC, Klinik SOS dan BPJS Kesehatan Kabupaten Kutai Timur dan BPJS Kesehatan Samarinda. FOTO: MARGARET SARITA 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Pembinaan hubungan kemitraan antara BPJS Kesehatan Cabang Samarinda dengan para pekerja penerima upah badan usaha, salah satunya PT Kaltim Prima Coal (KPC), terus ditingkatkan.

Bahkan dalam rangka optimalisasi program jaminan kesehatan nasional-Kartu Indonesia Sehat (KIS), BPJS Kesehatan menggelar pertemuan dengan manajemen PT KPC serta Klinik SOS yang merupakan mitra PT KPC di bidang kesehatan, Kamis (11/7).

Pertemuan sekaligus penyerahan penghargaan dari BPJS Kesehatan dalam hal ini diwakili Ika Irawati, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Kutim kepada GM HR Khudori. Penghargaan diberikan kepada perusahaan tambang terbesar di Indonesia karena jumlah pembayaran iuran terbesar, kepatuhan penyampaian data dan pembayaran iuran se Kedeputian Wilayah Kaltim, Kalteng, Kalsel dan Kaltara.

Kegiatan ini bagian dari hubungan kemitraan yang dilakukan BPJS Kesehatan dengan PT KPC
Kegiatan ini bagian dari hubungan kemitraan yang dilakukan BPJS Kesehatan dengan PT KPC (TRIBUN KALTIM / ANGIE)

"Kegiatan ini bagian dari hubungan kemitraan yang dilakukan BPJS Kesehatan dengan PT KPC, sebagai badan usaha yang memberi kontribusi berupa pembayaran iuran terbesar. Selain itu, dalam pertemuan ini kami juga berusaha mengakomondir hal apa yang menjadi kendala yang perlu dikomunikasikan antara kedua belah pihak, sehingga tidak ada lagi permasalahan ke depan, terkait pelayanan maupun JKN, termasuk implementasinya. Termasuk salah satunya tentang dana kapitasi, jangan sampai salah pemanfaatannya," ungkap Ika.

Dana kapitasi lebih dari bagian operasional PT KPC. Jadi memang perusahaan besar dan menyelenggara pemeliharaan kesehatan sendiri dalam klini,  didorong untuk jadi rekanan BPJS Kesehatan juga sehingga karyawan dari perusahaan tersebut tetap dilayani klinik dari perusahaan setempat.

BPBD: Potensi Longsor Tinggi, Perlu Penambahan Siring di SDN 017 Sepaku

Kejati Kalimantan Timur Sebut PLN Sudah Terbukti Kini Jarang Ada Pemadaman Listrik, Lalu Daerah 3T?

Tanggapi Pemandangan Umum Fraksi DPRD Kutim, Pemerintah Setuju Peningkatan TPP ASN

Sementara itu, Khudori mengungkapkan apa yang diberikan BPJS Kesehatan merupakan bentuk apresiasi bagi timnya. Dengan jumlah karyawan dan keluarga yang mencapai 16.000 jiwa, perusahaan sudah sejak 2011 lalu, konsen terhadap pengelolaan kesehatan. Satu di antaranya adalah larangan asap rokok di seluruh areal perusahaan sampai ke pertambangan di kawasan Kecamatan Rantau Pulung.

"PT KPC juga melakukan evaluasi tren penyakit pada karyawan. Ternyata penyebab kematian terbanyak adalah kanker, cardio dan diabetes. Artinya bila ketiga penyebab itu dikelola dengan baik, tentu akan meminimalisir tingkat kematian. Mulailah kami mengajak keluarga besar PT KPC untuk menerapkan hidup sehat. Bahkan digelar lomba menurunkan berat badan. Karena dari situ, mau tidak mau orang tak hanya menjaga pola makan, tapi juga berolahraga," beber Khudori.

Dengan adanya dana kapitasi dari BPJS Kesehatan, dimanfaatkan dengan sepenuhnya mengembalikan pada karyawan dalam bentuk program-program yang menyehatkan mereka. Seperti digelarnya senam setiap Sabtu di kawasan Townhall, lomba voli dan jalan sehat. "Kami senang kalau ada kegiatan yang melibatkan banyak orang untuk bergerak," ujar Khudori.(sar)

Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved