Deretan Kata Sandi dalam Praktik Suap dan Gratifikasi Gubernur Kepri Nurdin Basirun Diungkap KPK

Jubir KPK Febri Diansyah ungkap deretan kata sandi yang digunakan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun Cs dalam melancarkan prkatik suap dan gratifikasi

Deretan Kata Sandi dalam Praktik Suap dan Gratifikasi Gubernur Kepri Nurdin Basirun Diungkap KPK
tribun kaltim
Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si berdialog dengan pengurus dan 14 pakar dari 14 perguruan tinggi di Hotel Horison, Batam, usai Focus Group Discussion (FGD) tentang Indonesia Raya Incorporated (IRI). 

TRIBUNKALTIM.CO  -  Deretan Kata Sandi dalam Praktik Suap dan Gratifikasi Gubernur Kepri Nurdin Basirun Diungkap KPK.

Diketahui, Nurdin Basirun, Gubernur Kepri terjaring dalam OTT KPK.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengungkap, Nurdin Basirun menggunakan kata sandi dalam melancarkan aksinya.

Nurdin Basirun diduga menerima suap atas penerbitan izin reklamasi.

Nurdin Basirun diketahui dijerat KPK sebagai tersangka dalam kasus suap izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau pulau kecil Kepri tahun 2018-2019.

Tak cuma itu, Nurdin juga terlilit kasus gratifikasi.

Febri Diansyah membeberkan, dalam perkara ini terdapat tiga kata sandi, yakni 'ikan', 'daun', dan 'kepiting'.

"Selama proses penyelidikan sebelum OTT dilakukan Rabu (10/7) kemarin, tim KPK mencermati sejumlah penggunaan kata sandi yang kami duga merupakan cara kamuflase untuk menutupi transaksi yang dilakukan," kata Febri Diansyah kepada pewarta, Jumat (12/7/2019).

Febri Diansyah menjelaskan, penggunaan kata 'ikan' dipakai sebelum rencana dilakukannya penyerahan uang kepada Nurdin.

"Disebut jenis Ikan Tohok dan rencana 'penukaran ikan' dalam komunikasi tersebut," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved