Dua Garis Biru Digarap Sutradara Kelahiran Balikpapan, Begini Respon Sineas Lokal Balikpapan.

Film Dua Garis Biru telah tayang sejak hari Kamis (11/7/2019). Film yang dibesut sutradara kelahiran Balikpapan Ginatri S Noer ini mendapat respon

Dua Garis Biru Digarap Sutradara Kelahiran Balikpapan, Begini Respon Sineas Lokal Balikpapan.
HO
Abdul Rachman Rizky 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Film Dua Garis Biru telah tayang sejak hari Kamis (11/7/2019). Film yang dibesut sutradara kelahiran Balikpapan Ginatri S Noer ini mendapat respon bagi penikmat film khususnya di Balikpapan sendiri.

Tidak hanya disukai penonton saja, bahkan beberapa sineas lokal Balikpapan memberikan apresiasi terhadap film ini. Salah satunya adalah Muhammad Abdillah Farhan ini.

Pemuda yang sedang kuliah di Institut Kesenian Jakarta ini merasa Ginatri S Noer keluar dari kotak atau disebut out of the box. Sebab film yang menceritakan kisah cinta remaja ini dikemas dengan cara yang berbeda.

Meskipun tema film ini seputar ke permasalahan sex dini ternyata disajikan dengan cara yang pantas ditonton oleh remaja di bawah 18 tahun.

"Film ini turut menambahkan list sebagai film yang dapat mengedukasi dan mengajak penontonnya memahami hal ini. Menurut saya mbak Gina telah membawakannya dengan baik sebuah cerita yang penuh tantangan ini dengan format usia +13,

sehingga adik-adik dan teman-teman yang masih pelajar dapat ikut menikmati film baik seperti ini," ujar Muhammad Abdillah Farhan.

Muhammad Abdillah Farhan.
Muhammad Abdillah Farhan. (TribunKaltim.Co/HO/Dok Pribadi)

Lebih lanjut Muhammad Abdillah Farhan berharap, dengan film garapan Ginatri S Noer ini bisa memberikan edukasi secara dini kepada para remaja, khususnya seputar pacaran yang sehat di kalangan anak muda.

"Oh iya, tambahan buat Dua Garis Biru, film ini untuk mengedukasi, bukan untuk mengajak seseorang melakukan perbuatan tersebut di luar nikah,

akan lebih baik nonton dahulu baru berdiskusi, karena akhir-akhir ini penonton Indonesia, walau tidak semuanya, begitu latah dalam menanggapi suatu film atau cerita yang dia sendiri belum mereka menonton," kata pemuda yang juara di Festival Film Lampung 2019 kategori Film Lampung Terbaik.

Sementara itu , Abdul Rachman Rizky sineas asal Balikpapan mengatakan dengan adanya film ini bisa memicu kembali semangat para anak muda atau sineasi lokal Balikpapan.

Halaman
123
Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved