Pemilihan Wakil Walikota Samarinda Berlangsung 25 Juli, Ini Calon-calonnya

Setelah diketahui pemenang dari voting tertutup itu, panitia membuat berkas acara pemilihan yang nantinya dikirimkan ke Gubernur Kaltim

Pemilihan Wakil Walikota Samarinda Berlangsung 25 Juli, Ini Calon-calonnya
Tribunkaltim.co, Nalendro Priambodo
Panitia Pemilihan Calon Wawali Samarinda, (dari kiri) Elia Libut, Joha Fajal, Sugiono dan Laila Fatihah 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Panitia Pemilihan Calon Wawali Samarinda mengumumkan jadwal tahapan pemilihan yang bakal diparipurnakan di DPRD Kota Samarinda.

Pemenang di antara dua kontestan, Barkati yang diusung Partai Demokrat dan Arif Kurniawan dari PKS bakal ditentukan oleh suara dewan. Direncanakan, paripurna pemilihan berlangsung 25 Juli 2019 ini.

Direncanakan, tanggal 15 Juli ini, panitia mengundang dua calon mengambil surat persyaratan. Dokumen persyaratan administrasi harus sudah masuk ke DPRD Samarinda 17 Juli untuk diverifikasi.

Ketua Panitia Pemilihan Calon Wawali Samarinda, Joha Fajal
Ketua Panitia Pemilihan Calon Wawali Samarinda, Joha Fajal (Tribunkaltim.co, Nalendro Priambodo)

Berdasarkan ketentuan tatib, apabila berkas calon belum lengkap diberi waktu hingga tanggal 20. Jika masih belum lenkap juga, diberi waktu tambahan 3 hari lagi melengkapi 17 persyaratan. Setelah persyaratan dirasa cukup, panitia mengumumkan dua calon ke media massa.

Proses selanjutnya, yakni paripurna penetapan dua calon di tanggal 23 Juli. Dilanjutkan, dengan paripurna pemilihan calon lewat skema voting 45 anggota dewan. Hal ini, berdasarkan pasal 26 (6) Undang-undang nomor 20/2008 tentang Pemerintah Daerah.

Pasal itu berbunyi "Dalam hal ini terjadi kekosongan jabatan wakil kepala daerah yang berasal dari partai politik atau gabungan partai partai politik karena meninggal dunia, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya selama enam bulan secara terus-menerus dalam masa jabatannya dan masa jabatannya masih tersisa 18 bulan atau lebih, kepala daerah mengajukan dua orang calon wakil kepala berdasarkan usul partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calonnya terpilih dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk dipilih oleh Rapat Paripurna DPRD.".

Ketua Panitia Pemilihan Wawali Samarinda, Joha Fajal menyebut, setiap anggota DPRD memiliki hak suara.

“Kalau dia mau hadir (memilih) atau tidak, itu hak dia. Yang jelas, dalam ketentuan, pemilhan dilaksanakan kalau mencakupui 50 persen plus 1 dari 45 anggota dewan, jadi 23 (peserta paripurna) sudah quorum,” kata Joha Fajal, Jumat (12/7/2019) sore usai rapat pembahasan tatib di DPRD Samarinda.

Baca Juga;

Pembunuh Marco Pergakan 30 Adegan Rekonstruksi, Habisi Nyawa Korban dengan Sadis

Halaman
12
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved