Perusahaan Air Minum Kok Airnya Tak Bisa Diminum? Ini Jawaban Direktur PDAM Berau

Tribunkaltim.co menyampaikan pertanyaan ini secara langsung kepada Direktur PDAM Tirta Segah, Kabupaten Berau, Saipul Rahman.

Perusahaan Air Minum Kok Airnya Tak Bisa Diminum? Ini Jawaban Direktur PDAM Berau
TRIBUN KALTIM / GEAFRY NECOLSEN
PDAM Tirta Segah, Kabupaten Berau berupaya terus meningkatkan kualitas produksi air bersih. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEBPerusahaan Daerah Air Minum (PDAM), tapi kok airnya tidak bisa diminum?

Pertanyaan ini kerap mengemuka di kalangan masyarakat Berau.

Agus Priambodo dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, yang mengaudit kinerja PDAM, sempat menyinggung pertanyaan ini.

“PDAM seharusnya meningkatkan kualitasnya, bukan hanya sekadar (memproduksi dan mendistribusikan) air bersih. Perusahaan Daerah Air Minum, kok airnya tidak bisa diminum,” ujarnya.

Tribunkaltim.co menyampaikan pertanyaan ini secara langsung kepada Direktur PDAM Tirta Segah, Kabupaten Berau, Saipul Rahman.

Saipul yang baru dilantik sebagai Direktur PDAM Tirta Segah pada awal tahun 2019 ini mengatakan, pertanyaan ini juga sempat menggelitik dirinya.

“Saat megikuti diklat (pendidikan dan pelatihan) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), saya tanyakan. Bahkan itu pertanyaan pertama yang saya ajukan,” ungkapnya kepada Tribunkaltim.co.

“Jadi begini, air minum adalah visi kita kedepan. Kalau belum bisa menyediakan air minum, minimal ada upaya kita menyediakan air bersih. Khusus untuk Berau, saya coba sampaikan ke dewan pengawas, prioritas kami sekarang adalah menyelesaikan daftar tunggu. Yang sekarang masih ada 5.000 calon pelanggan. Jadi fokus kami adalah memperluas jaringan agar semua orang bisa menikmati air bersih,” jelasnya.

Saipul memaparkan, di Indonesia ada yang namanya Zona Air Minum Prima, namun baru ada di kota-kota besar yang sudah memiliki infrastruktur lengkap, seperti Kota Malang, Surabaya, Jakarta.

“Di kota besar saja belum rata (mendapat air berkualitas yang layak diminum), itu hanya untuk perumahan (mewah), harga (tarif air) nya juga beda,” kata Saipul.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved