Rencana Penanggulangan Banjir Samarinda, BWS Kalimantan Sebut Review Master Plan 2005 Masih Dilelang

Namun, mau tidak mau, suka tidak suka master plan tersebutlah yang menjadi acuan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan banjir Samarinda

Rencana Penanggulangan Banjir Samarinda, BWS Kalimantan Sebut Review Master Plan 2005 Masih Dilelang
Tribunkaltim.co, Purnomo Susanto
Kepala BWS Kalimantan III, Anang Muchlis 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Melihat semakin sulitnya menyelesaikan persoalan banjir Samarinda, membuat seluruh pihak terkait berpikir ulang tentang bagaimana cara tepat menyelesaikannya.

Mengikuti master plan yang telah ada, harus dilakukan. Namun, master plan yang ada saat ini dianggap kurang relevan dalam menyelesaikan persoalan banjir Samarinda.

Namun, mau tidak mau, suka tidak suka master plan tersebutlah yang menjadi acuan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan banjir Samarinda.

Rencana memperbarui master plan tersebut pun datang. Untuk itu, pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai Kalimantan III telah melaksanakan lelang review master plan tahun 2005.

“Memang kita lihat, sudah banyak perubahan soal kondisi dan situasi kota Samarinda sejak masterplan tersebut diterbitkan hingga sekarang. Sehingga, kita memerlukan pembaharuan-pembaharuan dalam isi masterplan tersebut untuk menyelesaikan persoalan banjir Samarinda,” ujar Kepala BWS Kalimantan III, Anang Muchlis kepada Tribunkaltim.co.

Masih banyak isi masterplan yang relevan dengan kondisi di Samarinda saat ini. Lelang ini, kata Anang Muchlis hanya untuk menambah isi masterplan yang dianggap perlu sebagai acuan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan banjir. Begitupula, soal penentuan pekerjaan yang dilakukan nanti.

“Saat ini masih dalam tahap lelang. Bukan maksud saya menyampaikan masterplan kita tidak relevan untuk saat ini lo ya. Hanya, kita perlu menambah isi masterplan sesuai dengan kondisi sekarang yang dibutuhkan oleh Kota Samarinda dalam menyelesaikan banjir. Yang masih relevan akan tetap dipertahankan,” tutur Anang Muchlis.

“Tapi, kalau ada bagian yang dianggap kurang relevan dengan perkembangan saat ini akan diperbaharui nanti oleh pemenang lelangnya. Hasil review masterplan ini nantinya akan digunakan oleh pemerintah sampai pada tahun 2024 mendatang,” lanjutnya. (M Purnomo Susanto)

[03:55, 7/12/2019] Syaiful Syafar Tribun:

Subscribe Official YouTube Channel:



Halaman
12
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved