Basuki Tjahaja Purnama Berbagi Jurus agar Politisi Kaltim Bisa Bertarung di Pusat

Mantan Gubernur DKI Jakarta yang dikenal punya gaya ceplas-ceplos dan tegas ini, punya jawaban menarik saat ditanya bagaimana trik

Basuki Tjahaja Purnama Berbagi Jurus agar Politisi Kaltim Bisa Bertarung di Pusat
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.
Basuki Tjahaja Purnama atau sempat disebut Ahok berpidato mengisi dialog bersama warga etnis Dayak Kaltim, Sabtu (13/7/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kehadiran Basuki Tjahaja Purnama (BTP) ke Samarinda disambut antusias warga.

Mantan Gubernur DKI Jakarta yang dikenal punya gaya ceplas-ceplos dan tegas ini, punya jawaban menarik saat ditanya bagaimana trik agar politisi asal Kaltim punya pengaruh di pusat dan menembus jajaran menteri. 74 tahun Indonesia merdeka, tak ada satupun wakil Bumi Etam di jajaran kabinet.

Pertanyaan bernada seperti itu, berkali-kali ditanyakan penanya  ketika ia  bertandang ke Samarinda. BTP, mengatakan, ia bukanlah pesulap yang punya seribu macam trik.

Ia mencoba meyakinkan, kunci bertahan dan naik kasta ke pusat adalah tetap bertahan di jalur politik tanpa biaya tinggi.

"Saya selalu percaya nama baik, punya reputasi baik, lebih berharga ketimbang kekayaan. Banyak politisi berpikir punya kekayaan besar akan membawa dia ke pusat.

Itu salah. Karena kalau kamu punya uang, lawanmu punya uang yang lebih besar. Selesai kamu," tutur BTP menjawab pertanyaan dalam dialog bersama etnis Dayak Kaltim di gedung pertemuan Hotel Mesra, Samarinda, Sabtu (13/7/2019).

Basuki Tjahaja Purnama atau sempat disebut Ahok didampingi istrinya, Puput Nastiti Devi diberi nama kehormatan warga Dayak Kalimantan Timur.
Basuki Tjahaja Purnama atau sempat disebut Ahok didampingi istrinya, Puput Nastiti Devi diberi nama kehormatan warga Dayak Kalimantan Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.)

Reputasi itu, kata BTP, ia bangun dengan menjaga integritas. Dia bercerita, sebagai minoritas baik dalam kehidupan bermasyarakat dan dalam kursi parlemen di Bangka Belitung, ia berusaha tunjukkan komitmen bekerja tanpa pamrih.

Nomor ponselnya aktif dan bisa dihubungi 24 jam, berkomitmen tak memakan uang rakyat dan tak memanfaatkan jabatan untuk bisnis pribadi.  Itu, ia lakoni, hingga  menjabat sebagai Bupati Bangka Belitung.

"Saya masuk jadi bupati, tidak ada bisnis dan lahan manapun yang saya ambil. Malah saya cabut izin perusahaan saya sendiri yang masuk hutan lindung," katanya.

Integritas inilah yang terus ia jaga. Hingga akhirnya, dia ditugaskan partainya terdahulu, Gerindra, berpasangan dengan Jokowi bertarung di Pilgub DKI Jakarta dan menang. Di ibukota, ia tetap memegang prinsip melayani rakyat.

Halaman
1234
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved