BWS Kalimantan III Beber Penyebab Banjir di Samarinda

Tidak sedikit organisasi maupun komunitas, termasuk institusi menggelar seminar maupun diskusi terkait dengan penanganan banjir.

BWS Kalimantan III Beber Penyebab Banjir di Samarinda
TribunKaltim.CO/nevrianto hardi prasetyo
RAPAT KERJA - Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (Intakindo) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar rapat kerja, serta seminar mengenai pengendalian banjir di kota Samarinda, yang didukung penuh oleh Semen Kalimantan (SK), Sabtu (13/7/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Banjir di Kota Samarinda masih menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan masyarakat.

Tidak sedikit organisasi maupun komunitas, termasuk institusi menggelar seminar maupun diskusi terkait dengan penanganan banjir.

Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (Intakindo) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar rapat kerja,

serta seminar mengenai pengendalian banjir di Kota Samarinda, yang didukung penuh  Semen Kalimantan (SK), Sabtu (13/7/2019).

Terdapat tiga narasumber yang dihadirkan pada seminar tersebut,  diantaranya Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Anang Muchlis; perwakilan dari Dinas PU Kaltim, MZ Ikhsan dan Praktisi, Eko Wahyudi.

Pada pemaparannya, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Anang Muchlis membeberkan mengenai kondisi sungai yang masuk wilayah kerjanya,

diantaranya Sungai Sesayap  dengan luas 31.270 Km persegi, memiliki 19 DAS, Sungai Mahakam dengan 85.263 Km persegi, memiliki 12 DAS dan sungai Berau Kelai, 21.268 Km persegi, memiliki 11 DAS.

"Sungai Mahakam memang lebih komplek dibandingkan  dengan sungai lainnya. Namun Sungai Karang Mumus (SKM) yang sering dikatakan sebagai penyebab banjir, padahal tidak hanya SKM, tapi ada Sungai Karang Asam besar dan Sungai Karang Asam Kecil," ucapnya, Sabtu (13/7/2019).

Dari peta Samarinda tahun 1944, wilayah aliran air saat ini telah menjadi permukiman, termasuk sejumlah jalan utama, seperti di wilayah jalan A Yani, Jalan Pramuka, Jalan Pemuda, Bengkuring hingga simpang Sempaja.

Hal itulah yang membuat wilayah tersebut jadi salah satu wilayah yang rawan banjir.

Halaman
123
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved