Diskusi Songsong Kaltim sebagai Ibukota RI, Moeldoko Sebut Kaltim Punya Nilai Lebih

Sejumlah tokoh masyarakat Kaltim, khususnya di Kota Samarinda mendesak agar rencana pemindahan ibukota negara tak hanya jadi wacana.

Diskusi Songsong Kaltim sebagai Ibukota RI, Moeldoko Sebut Kaltim Punya Nilai Lebih
Tribun Kaltim
DISKUSI IBUKOTA - Sejumlah tokoh masyarakat dan akademisi di Kaltim menggelar diskusi Menyongsong Kaltim sebagai Ibukota Negara RI di Samarinda, Jumat (12/7) malam. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sejumlah tokoh masyarakat Kaltim, khususnya di Kota Samarinda mendesak agar rencana pemindahan ibukota negara tak hanya jadi wacana.

Apalagi, isu ini sudah bergulir mulai zaman Presiden Soekarno, berlanjut Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono hingga Presiden Joko Widodo.

ISU pemindahan ibukota negara dari Jakarta ke Pulau Kalimantan tergulir sejak diwacanakan Presiden Jokowi beberapa bulan lalu. Saat ini,

kajian pemindahan ibukota dikomandani Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan melakukan survei ke Kaltim.

Kaltim dan Kalteng menjadi kandidat utama lokasi pemindahan ibukota. Di Bumi Etam, Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto menjadi lokasi yang disurvei tim pusat beberapa hari ke depan.

TINJAU TAHURA - Presiden RI Joko Widodo yang didampingi Sejumlah Menteri, Pejabat Pemprov dan Bupati Kukar  melihat peta lokasi Tahura Bukit Soeharto di titik KM 35 Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Selasa (7/5). Kedatangan Presiden Joko Widodo beserta rombongan untuk melihat lahan yang ditawarkan Pemprov Kaltim sebagai lokasi Ibukota Negara yang baru. 
(TribunKaltim.co/FACHMI RACHMAN)
TINJAU TAHURA - Presiden RI Joko Widodo yang didampingi Sejumlah Menteri, Pejabat Pemprov dan Bupati Kukar melihat peta lokasi Tahura Bukit Soeharto di titik KM 35 Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Selasa (7/5). Kedatangan Presiden Joko Widodo beserta rombongan untuk melihat lahan yang ditawarkan Pemprov Kaltim sebagai lokasi Ibukota Negara yang baru. (TribunKaltim.co/FACHMI RACHMAN) (TribunKaltim.co / Fachmi Rahman)

Akademisi Politeknik Negeri Samarinda Arkas Vidi menyarankan semua elemen masyarakat, mulai tokoh adat, pemerintah kabupaten/kota hingga provinsi merumuskam program dan kegiatan atraktif bulanan yang mampu menarik mata pusat melirik Kaltim menjadi calon ibukota.

Pakar Ekonomi Kaltim Aji Sofyan Effendi menyatakan, dari pertemuannya dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro beberapa waktu lalu membahas perpindahan ibukota, sempat terungkap, pusat menilai Kaltim punya sisi lebih ketimbang Kalteng.

Kelebihan itu, salah satunya dari sisi ideologi, sosial, politik, sosial budaya, pertahanan dan keamanan. Sementara, sisi lemah Kaltim yang sempat disebut, kurangnya sumber daya air di kawasan Tahura.

Namun dari diskusi dengan peneliti Unmul yang bertahun-tahun meneliti kawasan Tahura, justru mengatakan sebaliknya. "Kandungan air di Tahura itu yang besar. Itu yang harus kita katakan ke Bappenas," katanya.

Karena itu, ia mengajak elemen mulai dari akademisi di Unmul, eksekutif, leglislatif, mendesak DPR RI menyuarakan ibukota sebaiknya dipindah ke Kaltim. (dro)

Halaman
12
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved