Pemindahan Ibu Kota Negara Jangan Hanya Wacana, Sejumlah Elemen Masyarakat Kaltim Siapkan Gerakan

sejumlah akademisi, pelaku bisnis bakal mengadakan seminar nasional membahas wacana pemindahan ibukota di Lamin Etam, 27 Juli nanti

Pemindahan Ibu Kota Negara Jangan Hanya Wacana, Sejumlah Elemen Masyarakat Kaltim Siapkan Gerakan
Tribunkaltim.co, Nalendro Priambodo
Diskusi bertema 'Menyongsong Provinsi Kaltim Sebagai Ibukota NKRI', Jumat (12/7/2019) malam. Diskusi yang digelar IPDP Kaltim. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sejumlah tokoh masyarakat Kaltim, khususnya di Samarinda mendesak agar rencana pemindahan ibukota negara tak hanya jadi wacana. Apalagi, isu ini sudah bergulir mulai zaman Presiden Soekarno, Soesilo Bambang Yudhoyono hingga Jokowi.

Isu pemindahan ibukota negara diwacanakan Presiden Jokowi beberapa bulan lalu sebelum mengakhir masa jabatan di periode pertama. Saat ini, kajian pemindahan ibukota dikomandani Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Kalimantan Tengah menjadi kandidat utama bersama Kalimantan Timur. Di Bumi Etam, Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto menjadi lokasi yang disurvei tim pusat beberapa hari ke depan.

Akademisi Politeknik Negeri Samarinda, Arkas Vidi menyarankan semua elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, pemerintah dari tingkat kota hingga provinsi merumuskam program dan kegiatan atraktif bulanan yang mampu menarik mata pusat melirik Kaltim menjadi calon ibukota.

"Jangan menunggu seperti gadis manis yang menunggu di kamar menunggu dipinang," kata Arkas Vidi berbicara di diskusi bertema 'Menyongsong Provinsi Kaltim Sebagai Ibukota NKRI', Jumat (12/7/2019) malam.

Diskusi digelar di halaman kantor Ikatan Putera Daerah Peduli Kalimantan Timur (IPDP) Kaltim di Jalan Djuanda 6, Samarinda. Diskusi dihadiri sejumlah kalangan, mulai dari akademisi dan tokoh masyarakat.

Pakar Ekonomi Kaltim, Aji Sofyan Effendi, menjelaskan, dari pertemuannya dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro beberapa waktu lalu membahas perpindahan ibukota, sempat terungkap, pusat menilai Kaltim punya sisi lebih ketimbang Kalteng.

Aji Sofyan Effendi
Aji Sofyan Effendi (TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP)

Kelebihan itu, salah satunya dari sisi ideologi, sosial, politik, sosial budaya, pertahanan dan keamanan.

Sementara, soal sisi lemah Kaltim yang sempat disebut, yakni kurangnya kandungan air di Tahura, ia katakan, dari komunikasinya dengan peneliti Unmul yang bertahun-tahun meneliti Tahura, justru mengatakan sebaliknya.

"Kandungan air di Tahura itu yang besar. Itu yang harus kita katakan ke Bappenas," kata Aji Sofyan Effendi.

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved