8 Anaknya Meninggal Bertahap, Keluarga Ini Yakin Kena Kutukan, dan Putuskan Pindah Tinggal di Hutan

Satu keluarga ini memilih tinggal di hutan karena yakin terkena kutukan. Anak mereka meninggal satu per satu. Lokasinya berada di Pekalongan

8 Anaknya Meninggal Bertahap, Keluarga Ini Yakin Kena Kutukan, dan Putuskan Pindah Tinggal di Hutan
(Tribun Jateng)
Semi dan Untung saat ditemui Tribunjateng.com di rumahnya, Rabu (10/7/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - 8 Anaknya Meninggal Bertahap, Keluarga Ini Yakin Kena Kutukan, dan Putuskan Pindah Tinggal di Hutan.

Cerita satu keluarga yang terkena kutukan ini terjadi sejak 1966 lalu.

Lokasinya di Desa Tuwareh Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.

Dakup, nama kepala keluarga tersebut yakin keluarganya terkena kutukan.

8 dari 10 anak Dakup meninggal satu per satu tiap tahunnya, hingga akhirnya Dakup memutuskan pindah ke hutan.

Cerita bermula sejak tahun 1966, keluarga Dakup di Pekalongan memutuskan menetap di tengah hutan untuk menjauhi kutukan yang diyakini oleh mereka.

Lokasi tempat tinggal keluarga tersebut terletak di tengah hutan pinus yang memiliki medan berat dan berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kecamatan Paninggaran.

Selain itu masih banyak hewan liar di lingkungan tempat tinggal mereka, seperti babi hutan dan kera.

Sebelumnya keluarga itu tinggal di Dukuh Sigintung, Desa Tuwareh Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.

Mereka memilih pindah karena merasa terkena kutukan setelah satu per satu anak dari keluarga tersebut meninggal dunia.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved