Belum Terima THR, 20 Karyawan Mengadu ke Posko THR, Dinas Ketenagakerjaan Kesulitan untuk Mengawasi

"Karena Pengawas Ketenagakerjaan itu dari provinsi, jadinya ya kami tidak bisa memerintah mereka. Itu kesulitannya"

Belum Terima THR, 20 Karyawan Mengadu ke Posko THR, Dinas Ketenagakerjaan Kesulitan untuk Mengawasi
Tribunkaltim.co, Siti Zubaidah
Kepala Ketenagakerjaan Kota Balikpapan, Tirta Dewi 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Beberapa karyawan protes ke Dinas Ketenagakerjaan mengenai THR yang belum dibayarkan pada hari raya Idul Fitri kemarin.

Sekitar 20 orang melapor sejak posko THR dibuka. Mayoritas pekerja dari perusahaan yang bergerak di bidang jasa seperti katering dan perhotelan.

Dinas Ketenagakerjaan mengaku kesulitan ketika tugas pengawasan ketenagakerjaan dipisahkan. Pasalnya, kewenangan memberikan tindakan penertiban diserahkan ke Pengawas Ketenagakerjaan yang berada di bawah wewenang Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kaltim.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Balikpapan Tirta Dewi menjelaskan, awalnya berharap keberadaan posko aduan ketenagakerjaan bisa dijalankan secara terpadu.

"Karena Pengawas Ketenagakerjaan itu dari provinsi, jadinya ya kami tidak bisa memerintah mereka. Itu kesulitannya," kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Balikpapan Tirta Dewi.

Dari sebanyak 20 karyawan yang mengadu, beberapa perusahaan memberikan alasan belum mampu secara operasional, dan finnasial.

"Namun, sesuai dengan aturan THR harus dibayar. THR merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayar oleh perusahaan kepada karyawan. Jika tidak perusahaan harus kena denda dan sanksi dari Dinas Ketenagakerjaan," ucap Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Balikpapan Tirta Dewi.

Namun, sejauh ini beberapa perusahaan sudah membayar, perusahaan berjanji akan membayar, walau terlambat. Ada pula yang menyatakan tidak akan membayar THR karena kondisi perusahaan yang tidak memungkinkan.

"Untuk kasus ini tidak ada sampai ke pengadilan, ada perusahaan yang sudah berjanji membayar. Kami susah pengawasannya, karena masalah yang ada harus diselesaikan di provinsi," kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Balikpapan Tirta Dewi.

Baca Juga;

Tim Sepak Bola Putri Kaltim Targetkan 8 Besar Piala Menpora Putri U-18, Ini Persiapannya

Rayakan HUT ke 54, Telkom Indonesia Adakan Fun Bike di Samarinda

Dari laporan yang diterima Dinas Ketenagakerjaan Balikpapan bahwa, para pekerja yang mengadu kebanyakkan datang sendiri ke posko hingga melaporkan melalui aplikasi WhatsApp.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Balikpapan Tirta Dewi pun menyebutkan, bahwa semua laporan yang diterima langsung ditindaklanjuti. Bahkan sampai melakukan teguran kepada perusahaan yang melanggar. 

"Hanya saja bisa jadi pembayaran disepakati usai lebaran. Namun sesuai aturan, THR tetap wajib," sebut Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Balikpapan Tirta Dewi. (dha)

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved